Presiden Prabowo Subianto perlu menekankan soal disiplin kebijakan fiskal pemerintah dalam pidatonya pada World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss. Menurut Fakhrul Fulvian, Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, posisi defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Indonesia cenderung negatif pada 2025, dengan persentase defisit yang mendekati batas atas 3 persen dari PDB.
Fakhrul berpendapat bahwa penjelasan mengenai kebijakan fiskal sangat penting untuk meyakinkan para audiens internasional bahwa APBN tetap dikelola dengan hati-hati dan prudent di tengah berbagai tekanan eksternal. "Menunjukkan pada dunia ini Indonesia itu negara yang seperti apa. Dan tentunya disiplin fiskal ini adalah hal yang sangat penting untuk dikomunikasikan," tuturnya.
WEF 2026 dapat menjadi ajang untuk memamerkan posisi Indonesia di kancah global, termasuk soal bagaimana APBN 2026 didesain agar tetap adaptif dan dinamis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Diharapkan, persepsi investor terhadap kondisi dalam negeri akan membaik sehingga dapat turut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Fakhrul mengharapkan Presiden Prabowo Subianto dapat menyampaikan statement yang firm dan jelas tentang kebijakan fiskal Indonesia di WEF 2026," kata sumber. "Dengan demikian, kita dapat memperoleh persepsi positif dari investor dan masyarakat internasional."
Fakhrul berpendapat bahwa penjelasan mengenai kebijakan fiskal sangat penting untuk meyakinkan para audiens internasional bahwa APBN tetap dikelola dengan hati-hati dan prudent di tengah berbagai tekanan eksternal. "Menunjukkan pada dunia ini Indonesia itu negara yang seperti apa. Dan tentunya disiplin fiskal ini adalah hal yang sangat penting untuk dikomunikasikan," tuturnya.
WEF 2026 dapat menjadi ajang untuk memamerkan posisi Indonesia di kancah global, termasuk soal bagaimana APBN 2026 didesain agar tetap adaptif dan dinamis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Diharapkan, persepsi investor terhadap kondisi dalam negeri akan membaik sehingga dapat turut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Fakhrul mengharapkan Presiden Prabowo Subianto dapat menyampaikan statement yang firm dan jelas tentang kebijakan fiskal Indonesia di WEF 2026," kata sumber. "Dengan demikian, kita dapat memperoleh persepsi positif dari investor dan masyarakat internasional."