Prabowo: Negara Besar Ajarkan Demokrasi, tapi Mereka Langgar HAM

Presiden Prabowo Subianto mengutuk sikap negara-negara besar yang tetap diam ketika terjadi pembantaian warga sipil tak berdosa. Menurutnya, praktik standar ganda kerap dilakukan oleh negara-negara besar dalam menjalankan nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

"Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan?" tegas Presiden Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Selasa (2/2/2026).

Pengalaman panjang Indonesia dalam menghadapi intervensi dan penjajahan juga seharusnya menjadi pelajaran bagi bangsa kita agar kesalahan serupa tidak terulang. Menurut Presiden ke-8 RI itu, pemimpin nasional harus lebih waspada dan memahami situasi. Bangsa yang melupakan sejarah berisiko mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu.

Ironisnya, kata Prabowo, banyak negara justru memilih untuk diam ketika terjadi pembantaian warga sipil tak berdosa. Karena itu, Presiden ke-8 RI itu meminta para pemimpin di Indonesia agar bersikap lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh standar ganda dalam politik global.

"Pemimpin harus memahami sejarah serta memperjuangkan kepentingan bangsa dengan sikap tegas dan bermartabat. Di mana hak asasi manusia, di mana demokrasi yang mereka ajarkan, karena itu saudara-saudara kita sebagai pemimpin, kita harus waspada kita harus mengerti," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto juga menyinggung pandangan sebagian pihak yang menganggap Indonesia sebagai negara yang mustahil bersatu karena keberagaman suku, ras, agama, dan bahasa. Namun, ia mengingatkan para pemimpin nasional agar tidak bersikap lugu dan naif dalam membaca dinamika global.
 
Kasih buat Presiden Prabowo Subianto nggak sabarnya banget! Siapa sih yang mau diam ketika terjadi pembantaian warga sipil tak berdosa? Itu kan tidak adem! Indonesia perlu waspada banget dulu, nggak bisa hanya diam saja. Kenapa kita harus ingat sejarah kita sendiri, ya, tapi kenapa kita juga harus ngerasa bahwa ada luar sana yang punya standar ganda? Kita harus bersikap tegas dan bermartabat, tidak bisa sekedar dihantam oleh luar.
 
Pokoknya nggak enak kalau negara-negara besar itu tetap diam ketika terjadi pembantaian warga sipil. Mereka sih harus bisa memberikan contoh yang baik tentang demokrasi dan hak asasi manusia. Aku rasa pengalaman Indonesia dalam menghadapi intervensi dan penjajahan di masa lalu seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak terulang kembali. Saya pikir para pemimpin kita harus lebih waspada dan memahami situasi, jangan cuma memikirkan kepentingan sendiri aja.
 
Mengutuk aja tapi gak ada solusi sih... Jadi negara-negara besar bilang apa tapi gak terlalu banyak tindakan yang dilakukan ya... Kenapa gak bisa membuat perubahan dengan lebih cepat? Kalau tidak ada konsekuensi, siapa nih yang mau berubah? πŸ€”πŸ’­

Dan bukan cuma itu, aku juga pikir gak masuk akal kalau Presiden bilang kita harus "memahami sejarah" seperti itu. Kita sudah banyak belajar dari luar dan tidak menutup mata sih... Tapi apa yang kita lakukan dengan pengetahuan itu? πŸ€·β€β™‚οΈπŸ’‘
 
Gue pikir siapa tau kalau giliran Indonesia yang dipilih sebagai target selanjutnya ya? Kalau serumpun negara besar itu mau diam ketika ada pembantaian warga sipil, apa artinya kalau kita tidak perhatian juga? Gue nggak percaya kalau mereka benar-benar peduli dengan demokrasi dan hak asasi manusia. Mereka hanya ingin menjaga kepentingan mereka sendiri.
 
aku pikir nggak bisa diharapkan negara-negara besar itu untuk selalu diam ketika ada pembantaian warga sipil tak berdosa... seperti gampang gitu kira-kira. tapi apa yang bisa kita lakukan? aku rasa kita harus lebih waspada dan memahami situasi sejarahnya, nggak bisa terulang lagi kesalahan sama-samanya. dan kalau ada pemimpin nasional yang mau mendengar, mungkin suatu saat kita bisa bergerak lebih jauh... tapi masih banyak lagi yang perlu diperbaiki di dalam kita sendiri, nggak?
 
ini bikin jujur, siapa tau nanti Indonesia lagi terluka karena negara-negara besar itu ambil keuntungan dari sikap kita yang lembut πŸ€·β€β™‚οΈ. kalau ingin berdemokrasi sebenarnya harus mau menghadapi realitas dan tidak menutup mata, tapi siapa tahu ada yang salah dengan sikap kita itu, mungkin perlu dielabui oleh Presiden Prabowo Subianto ya πŸ€”.
 
aku rasa siapa pun yang nggak ngomong tentang hal ini, justru bikin kesan luar biasa sih. tapi aku pikir apa yang bikin negara-negara besar tetap diam ketika terjadi pembantaian warga sipil tak berdosa? aku rasa itu karena mereka mau terus memperkuat kepentingan mereka, bukan untuk memperjuangkan hak asasi manusia. tapi aku paham kalau siapa pun yang nanggung tentang hal ini, juga ada yang mau jadi sorotan dan dianggap mustahil bersatu karena keberagaman. tapi aku pikir itu adalah kesempatan buat kita memperjuangkan hak asasi manusia dan demokrasi yang sebenarnya. πŸ€”
 
gampang banget pemerintah negara-negara besar kerenanya punya sikap standar ganda kayaknya harus dihentikan kan! di mana hak asasi manusia ya? kita harus lebih waspada dan jujur dalam menghadapi masalah yang terjadi di dunia. sejarah kita sebagai bangsa Indonesia harus menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak mengulang kesalahan sama seperti yang dilakukan oleh negara-negara besar lainnya πŸ€”πŸ’‘
 
ini kayaknya kabar yang cukup penting banget... tapi kenapa aku duduk terlambat lagi? πŸ€·β€β™‚οΈ

mana kalau Indonesia jadi contoh negara yang mustahil bersatu karena keberagaman itu? tapi apa yang salah dengan keberagaman itu? kita harus lebih waspada dalam menghadapi standar ganda dari luar, tapi kita juga tidak boleh terlalu keras kepada diri sendiri. aku rasa presiden prabowo punya pandangan yang cukup wajar, tapi kayaknya kita perlu diskusi yang lebih mendalam tentang hal ini... apa keberagaman itu benar-benar masalah atau hanya cara untuk menutup mulut? πŸ€”
 
Gue pikir kalau ini masalah besar ya, negara-negara besar itu kan punya kuasa dan pengaruh yang jadi standar ganda, tapi apakah mereka benar-benar peduli dengan apa yang terjadi di Indonesia? Gue cuman rasanya kalau mereka hanya ingin menutup mata dan diam saja. Siapa tahu kalau Indonesia bisa belajar dari kesalahan masa lalu kita, misalnya kisah penjajahan Belanda atau kolonialisme Belanda juga.

Tapi gue pikir apa yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto ini, yaitu agar kita sebagai negara jadi lebih waspada dan tidak terjebak dalam standar ganda politik global. Kalau bisa itu kan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua! 😊
 
klo lihat si Prabowo lagi ngomong tentang hak asasi manusia dan demokrasi, aku kira dia lagi sengaja ngasih kesan yang salah πŸ˜’. apa yang dia maksud dengan "standar ganda"? itu kan nggak adu, negara-negara besar punya standar sendiri, jangan dibandingin aja sama orang Indonesia. dan apa sih yang salah dengan negara-negara besar yang diam? mungkin karena mereka lebih waspada dan tidak langsung mau terjebak dalam masalah kita πŸ˜…. tapi sepertinya Prabowo lagi ngasih kesan bahwa kita harus lebih waspada dan memahami situasi, tapi siapa yang bilang itu kan jadi kenyataan? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Pak Prabowo bener-bener ganti-gantian aja kan? Dia bilang ada negara-negara besar yang tetap diam ketika terjadi pembantaian warga sipil, tapi siapa tau dia sendiri juga pernah seperti itu kan? Tapi aku percaya dia tidak akan pernah benar-benar diam, dia akan selalu berbicara dan memberikan solusi. Aku rasa dia benar-benar peduli dengan kehidupan rakyat Indonesia, dia tidak hanya bicara-bicara aja tapi juga tindakan. Dan aku senang sekali dengan pendapatnya tentang pentingnya memahami sejarah dan tidak terpengaruh oleh standar ganda di politik global. Aku harap para pemimpin nasional Indonesia bisa belajar dari pendapatnya dan menjadi lebih waspada dalam membaca dinamika global πŸ’ͺ
 
Gue pikir kalau Presiden Prabowo Subianto benar-benar tegas nih. Ngegak sih sikap negara-negara besar yang diam ketika terjadi pembantaian warga sipil. Mereka harus lebih waspada dan memahami situasi. Gue rasa ini penting banget buat kita, Indonesia. Kita harus ingat sejarah kita sendiri dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu.
 
I don't usually comment but aku pikir kalau negara-negara besar yang malu mengutuk pembantaian warga sipil di Indonesia seharusnya juga mengutuk di negeri mereka sendiri. Kalau mereka mau begitu diam, toh apa yang harus kami lakukan? Mereka memang jujur berbicara tentang demokrasi dan hak asasi manusia, tapi di mana ada praktik standar ganda itu?

Saya pikir penting bagi pemimpin kita untuk memahami sejarah kita sendiri agar tidak mengulangi kesalahan serupa. Kita harus waspada dan tidak terpengaruh oleh standar ganda dalam politik global. Mereka bilang tentang demokrasi, tapi di mana ada praktik standar ganda? Mari kita fokus pada memperjuangkan kepentingan bangsa kita dengan sikap tegas dan bermartabat 😊
 
Makasih banget kabar ini πŸ™. Tapi nggak bisa jangan pikirin siapa-siapa kalau Indonesia itu mustahil bersatu, bro πŸ˜’. Aku masih ingat saat 98, Indonesia lagi di bawah penjajahan, tapi kita berhasil merdeka dan sekarang kita already salah satu negara yang paling maju di Asia πŸŒ†. Tapi kayaknya banyak orang yang lupa bagaimana kita bisa melakukan hal itu, bro. Mungkin karena sekarang kita already terlalu jauh dari zaman itu πŸ•°οΈ. Dan kalau kamu pikir Indonesia tidak bisa bersatu, mungkin kamu juga pikirkan kapan perbedaan suku, ras, bahasa, dan agama itu bisa menjadi kesalahan besar, bro πŸ˜’. Tapi nggak, kita harus ingat bahwa Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak komponen, tapi kita masih bisa menjadi satu, bro ❀️.
 
Hmm, aku rasa Presiden Prabowo Subianto benar-benar benar, tapi juga salah. Aku pikir dia benar sekali ketika mengatakan banyak negara besar yang tetap diam saat terjadi pembantaian warga sipil tak berdosa. Tapi, aku juga merasa dia lupa bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang yang tidak hanya tentang intervensi dan penjajahan, tapi juga tentang perjuangan kemerdekaan.

Aku pikir Presiden Prabowo Subianto harus lebih hati-hati dalam mengutuk negara-negara besar. Aku rasa dia lupa bahwa mereka juga memiliki kelemahan dan kesalahan sendiri yang sama seperti kita. Dan, aku pikir dia juga tidak memperhitungkan bahwa Indonesia harus berdiri sendiri dan menemukan jalan menuju demokrasi yang sebenarnya.

Tapi, aku juga setuju dengan Presiden Prabowo Subianto saat dia mengingatkan para pemimpin nasional agar tidak bersikap lugu dan naif dalam membaca dinamika global. Aku rasa itu penting sekali bagi kita sebagai negara yang ingin maju dan bertahan. πŸ€”πŸ’‘
 
Maksudnya apa aja sih? Mereka katakan Indonesia harus waspada, tapi sebenarnya apa yang mereka cari ya? Apalagi ketika mereka sering mengulangi kesalahan sama seperti yang mereka katakan kepada kita juga πŸ€”. Tapi, aku pikir kalau kita harus memahami sejarah dan bersikap tegas, itu berarti kita harus siap untuk menghadapi hal-hal yang sulit ya? 😬

Aku rasa Presiden Prabowo Subianto keren banget karena dia punya pendapat yang jujur, tapi aku juga pikir kalau dia harus lebih bijak dalam menanganinya semua πŸ€“. Kita tidak bisa hanya mengulangi kesalahan yang sama, tapi kita juga harus memahami apa yang membuat kita seperti itu dan bagaimana kita bisa berbeda πŸ’‘

Tapi, aku juga pikir bahwa Presiden Prabowo Subianto keren karena dia tidak mau diam ketika ada yang salah, tapi aku juga rasa dia harus lebih sabar dalam menanganinya semua πŸ€—. Kita tidak boleh mengatakan 'kita harus waspada', tapi kita harus tahu bagaimana kita bisa membuat perubahan yang baik πŸ‘
 
Kak, kalau gini terjadi lagi, aku rasa kita harus sambutnya dengan kasihan dan bukannya diam. Tapi, aku paham apa yang diharapkan oleh presiden, kita harus waspada dan tidak biar standar ganda itu kembali membawa kita ke dalam kesalahan sama seperti lama.

Aku rasa salah satu masalahnya adalah kita harus lebih fokus pada Indonesia sendiri, jangan biarkan kita terpengaruh dengan hal-hal global. Kita harus ingat siapa yang menjadi penguasa kita di sini dan apa yang harus dilakukan untuk bangsa kita sendiri.

Saya paham bahwa pengalaman lama kita dalam menghadapi penjajahan itu seharusnya menjadi pelajaran bagi kita, tapi aku rasa kita juga harus belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu dan tidak terulang kembali.
 
Presiden Prabowo Subianto benar-benar benar, negara-negara besar itu sering kalah dalam memahami nilai-nilai yang mereka ajarkan πŸ€”. Itu karena mereka terlalu fokus pada kepentingan mereka sendiri, bukan peduli dengan dampaknya terhadap negara-negara lain 🌎. Indonesia perlu lebih waspada dan tidak mudah dipengaruhi oleh standar ganda itu, kita harus menjaga hak asasi manusia dan demokrasi yang kita ajarkan πŸ’ͺ. Dan siapa tahu, mungkin Presiden Prabowo benar-benar ada bukti bahwa negara-negara besar itu tidak sebenarnya peduli dengan kepentingan mereka sendiri πŸ€‘.
 
kembali
Top