Prabowo Minta Tertibkan Baliho Semrawut, Pekanbaru Justru Sudah Ciamik

Presiden RI Prabowo Subianto meminta Pemerintah Kota Pekanbaru untuk tertibkan spanduk iklan semrawut di kota tersebut. Namun, keberadaan baliho dan reklame semrawut juga sudah ditertibkan oleh Wali Kota Agung Nugroho sejak tahun 2025.

Sebagai bukti, Wali Kota Pekanbaru mengatakan bahwa sebanyak 198 tiang billboard telah dipotong karena melanggar aturan. Bahkan, ada 300-an baliho yang juga tertibat karena terlalu banyak dan mengganggu keindahan kota Pekanbaru.

Agung Nugroho menjelaskan bahwa penertiban ini bukan hanya sekedar penegakan aturan, tapi juga untuk menghilangkan sampah visual yang mengganggu estetika kota. "Kami ingin Pekanbaru menjadi kota yang rapi, nyaman, dan enak dipandang," katanya.

Wali Kota Agung Nugroho juga menyatakan bahwa penertiban ini sudah dapat dilihat sejak awal dilantik sebagai Wali Kota Pekanbaru pada tahun 2025. Bahkan, Pemko Pekanbaru telah bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Pekanbaru (Forkopimda) untuk menata kota dan menghilangkan sampah visual yang mengganggu keindahan kota.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga meminta pemerintah daerah dan pengusaha menertibkan spanduk iklan semrawut di daerah-daerah. "Terus terang saja saya minta kepada pemerintah tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk, terlalu banyak," kata Prabowo.

Dengan demikian, keberadaan baliho dan reklame semrawut di kota Pekanbaru telah dapat ditertibkan dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membuat kota menjadi lebih rapi dan indah.
 
Hmm, kayaknya presiden yang terus terang minta tertibkan iklan-iklan semrawut, tapi Wali Kota Pekanbaru sudah bilang bahwa ada penertiban sejak awal tahun 2025. Mungkin ada konflik dengan presiden? Atau mungkin ada sesuatu yang tidak terjelajahi di balik penertiban ini... πŸ€”πŸ’‘
 
Gue pikir kalau itu yang penting adalah kita harus ingat bahwa keindahan kota bukan hanya tentang keasrian fisik tapi juga tentang kebersihan dan kerapatan. Jadi, jangan sabar-sabar terus-menerus menertibkan, tapi coba cari solusi ya! Misalnya, kita bisa bekerja sama dengan wali kota untuk membuat regulasi yang lebih baik. Yang penting adalah kita ingin Pekanbaru menjadi kota yang rapi dan nyaman bagi semua orang. πŸŒ³πŸ’š
 
Wah ini ponokosa banget! πŸ€¦β€β™‚οΈ Kalau jangan ada pengaturannya, nanti semua semrawutnya akan mengganggu estetika kota Pekanbaru. Maksudnya bisa banget! πŸ˜… Saya senang lihat Wali Kota Agung Nugroho yang bertindak cepat untuk menghilangkan sampah visual itu. Semoga presiden juga mendukung dan bukan lagi meminta-mention aja, tapi langsung bertindak. Kalau tidak, nanti gini aja semua spanduknya akan sembarangan di jalan! πŸ˜‚
 
Kalau ini aja nggak boleh jalan kayaknya. Mereka udh serius banget buat tertibkan spanduk semrawut, tapi apa kabar kalau pengusaha-pengusaha lokal yang terus-menerus bikin iklan-iklan baru? Gue bayangkan kalau nanti Pekanbaru jadi kota yang sama kayak Jakarta, sih. Tapi kalau gak ada orang yang mau bikin perubahan, maka gue rasa tidak bisa diharapkan.
 
Gue pikir gini, kalau kita sibuk juga dengan keindahan kota, tapi juga tidak boleh lupa dengan dampak lingkungannya. Kita harus bisa menemukan keseimbangan antara keindahan dan kemudahan. Tapi, gue rasa Wali Kota Agung Nugroho benar-benar pintar, dia tidak hanya tertibat dengan baliho dan reklame semrawut, tapi juga berusaha untuk membuat Pekanbaru menjadi kota yang rapi dan nyaman. Gue harap presiden Prabowo Subianto bisa mendukung upaya tersebut 🀞
 
Semua itu gampang banget! Pertama-tama, Pemko Pekanbaru harus fokus pada hal-hal penting, bukan hanya sekedar memotong baliho semrawut aja. Kita lihat ada 198 tiang billboard yang dipotong, tapi gimana caranya mereka bisa ngatur pencahayaannya? Gimana caranya mereka bisa menghilangkan sampah lainnya di kota?

Dan Presiden Prabowo Subianto juga harus ngetrol apa-apa lagi. Jangan hanya meminta, kita butuh contoh yang bisa diikuti. Kita lihat sudah ada 300-an baliho yang tertibat, tapi masih banyak lagi yang belum tertibat.
 
Gak percaya banget sih... sudah ada 198 tiang billboard yang dipotong karena melanggar aturan... tapi itu belum cukup, masih banyak lagi baliho dan reklame semrawut yang mengganggu keindahan kota Pekanbaru... walaupun Wali Kota Pekanbaru udah tertibatnya sejak tahun 2025... siapa nanti yang akan bertanggung jawab kalau semua tetap begitu? πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ“Ί
 
Aku paham kalau spanduk iklan semrawut itu bisa jadi mengganggu estetika kota, tapi sebanyak 198 tiang billboard saja yang dipotong? Itu gampang banget. Aku pikir Wali Kota Agung Nugroho harus lebih bijak caranya aja, misalnya kita buat program sterilisasi baliho atau apa aja. Kita jangan sembarangan memotong tiang billboard yang bebas beredar di kota, kayaknya ada cara lain.
 
Semuanya sudah ada sih, Wali Kota itu nggak ngerti deh πŸ€·β€β™‚οΈ. Bikin Pekanbaru rapi nggak usah sulit sama sekali 😊. Bayang-bayang iklan itu punyai aksesori yang serupa dengan spanduknya, kayak gitu sih πŸ’β€β™‚οΈ.
 
ini kabar gembira banget! akhirnya Pekanbaru bisa jadi kota yang rapi & indah πŸŒΈπŸ™οΈ. aku sengaja nggak pernah melihat spanduk iklan semrawut di kota, kayaknya sudah cukup baik kalau tidak ada lagi πŸ˜‚. tapi sepertinya penertiban ini tidak akan berdampak besar pada ekonomi daerah, kayakanya biaya pemasangan baliho & reklame semrawut sudah terjangkau oleh pengusaha-pengusaha kecil πŸ€‘. tapi aku suka dengan ide Wali Kota Agung Nugroho untuk menata kota dan menghilangkan sampah visual yang mengganggu estetika kota, aku juga ingin mencoba membuat sendiri di rumah πŸ πŸ’‘!
 
Gak kayaknya sih kalau semua orang punya opini yang sama tentang spanduk semrawut ya πŸ€”. Aku pikir itu bagus banget kalau bisa menghilangkan sampah visual di kota, tapi aku juga tahu kalau banyak warganya Pekanbaru yang suka deh menangkap foto spanduk semrawut yang cantik πŸ˜‚. Sebenarnya aku pikir itu lebih penting kalau kita fokus pada kebersihan lingkungan dan membuat kota menjadi nyaman untuk dikunjungi. Mungkin kalau bisa diatur agar iklan yang sudah ada di kota jadi lebih rapi dan tidak mengganggu estetika, itu juga akan bagus πŸŒ΄πŸ’‘
 
Gue pikir kalau pemerintah daerah harus fokus utama di sekolah kebersihan dan perawatan fasilitas di daerah, bukan hanya sekedar mengatur spanduk iklan semrawut yang bikin bawa air liur πŸ€ͺ. Kalau mau jadi kota yang rapi, mereka harus mulai dari sini aja. Dan gue rasa Presiden Prabowo Subianto juga bisa memberikan contoh positif buat anak muda kita dengan cara yang baik dan tidak membuat penderitaan orang biasa. πŸ€”
 
Gue pikir Prabowo malah cari cara buat ngatur aja kerumunan orang semrawut di Pekanbaru, tapi gue coba ngawasa, sih... Semrawut kayaknya sudah tidak terlalu banyak lagi. Gue kira Pemko Pekanbaru udah serius ngatur itu dari awal, makasih Wali Kota Agung Nugroho yang sakti banget! πŸ™
 
Pekanbaru udah betul2 jadi kota yang rapi, tapi apa lagi yang bisa diminta? πŸ™„ 198 tiang billboard dipotong karena melanggar aturan, 300-an baliho juga tertibat, itu sudah cukup banget. Mungkin kalau spanduk iklan semrawut udah ditertibkan sejak tahun 2025, lalu apa yang masih terus-menerus diminta? πŸ€”
 
Aku pikir ini gampang banget, tapi masih banyak yang nanti jadi masalah deh... Mereka bilang ingin Pekanbaru jadi kota yang rapi, nyaman, dan enak dipandang, tapi bagaimana kalau mereka nggak mau membayarnya? Kita dibilang pengguna yang sudah banyak, harus bayar semrawut juga? Tapi walaupun terus terang aja Presiden Prabowo Subianto minta tertibkan iklan-iklan dan spanduk-spanduk semrawut, masih banyak lagi yang nggak ikut aja... Kita udah bayar semrawut di airport, bandara, dan sekarang juga kota Pekanbaru? Aku pikir ini hanya cara untuk mengumpulkan uang dari pengguna, tapi gampang banget kayaknya.
 
kembali
Top