ini sih kabar gembira banget, kalau para guru besar dan rektor dianggap sebagai otak bangsa. aku setuju, karena mereka yang pintar dan berpengalaman itu pasti membantu bangsa kita untuk maju, tapi aku rasa ada sesuatu yang salah, apa sih dengan orang-orang lain yang tidak memiliki latar belakang akademik yang sama? seharusnya juga diakui peran mereka dalam pembangunan negara. dan saya pikir istilah ini harus digunakan secara luas, bukan hanya untuk para guru besar dan rektor saja, tapi juga untuk para pebisnis, seniman, dan orang-orang lain yang membuat kontribusi positif bagi masyarakat.