Presiden Prabowo Subianto mendapat kabar mengenai pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada saat itu, ia sedang memimpin rapat. Menurut Menteri Perhubungan, Prasetyo Hadi, Presiden langsung mendengar kabar tersebut dan langsung memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan pencarian dengan cepat.
"Kabarnya datang saat Bapak sedang memimpin ratas. Beliau langsung memerintah seluruh jajarannya untuk secepatnya melakukan pencarian, bilamana telah ditemukan titik koordinat di mana pesawat tersebut mengalami musibah, untuk dilakukan evakuasi," katanya.
Presiden juga meminta kerja seluruh jajaran untuk bergerak cepat dalam menangani situasi ini. Sementara itu, proses evakuasi korban masih berlangsung. Dua korban sudah ditemukan dengan identitas laki-laki dan perempuan, keduanya ditemukan dalam keadaan tewas.
Perdana Menteri Prabowo Subianto juga meminta rasa syukur atas adanya informasi dari masyarakat yang melihat dan mendengar ada ledakan.
"Kabarnya datang saat Bapak sedang memimpin ratas. Beliau langsung memerintah seluruh jajarannya untuk secepatnya melakukan pencarian, bilamana telah ditemukan titik koordinat di mana pesawat tersebut mengalami musibah, untuk dilakukan evakuasi," katanya.
Presiden juga meminta kerja seluruh jajaran untuk bergerak cepat dalam menangani situasi ini. Sementara itu, proses evakuasi korban masih berlangsung. Dua korban sudah ditemukan dengan identitas laki-laki dan perempuan, keduanya ditemukan dalam keadaan tewas.
Perdana Menteri Prabowo Subianto juga meminta rasa syukur atas adanya informasi dari masyarakat yang melihat dan mendengar ada ledakan.