Prabowo Ketemu 3 Jam Bareng Eks Menlu-Wamenlu di Istana, Ini Hasilnya

"Prabowo dan 3 Eksterminum Menteri Lainnya Bertemu Bareng, Ini Saja Hasilnya"

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para mantan menteri luar negeri di Istana Negara, Rabu (4/2/2026). Pertemuan itu berlangsung tiga jam dan dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri seperti Marty Natalegawa, Retno Marsudi, Alwi Shihab, Hassan Wirajuda, dan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Pertemuan ini membahas tentang keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Pertemuan itu memberikan banyak informasi mengenai aspek politik luar negeri Indonesia, terutama terkait dengan pembentukan BoP dan keputusan bergabungnya Indonesia di dalamnya.

Menurut mantan Menlu periode 2001-2009, Hassan Wirajuda, keanggotaan Indonesia di BoP juga sudah melalui konsultasi yang erat dengan tujuh negara yang berpenduduk mayoritas Islam. "Delapan negara ini dapat menjadi kekuatan penyeimbang di dalam Board of Peace," kata Hassan.

Terkait dengan iuran keanggotaan, menurut Hassan itu masih dalam pertimbangan pemerintah. Sampai saat ini juga belum diputuskan kapan kontribusi itu akan diberikan. Hasan juga menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki ruang untuk memutuskan apakah tetap bergabung atau tidak di BoP.

"Mungkin kita bisa keluar, tapi kalau saya berbicara dengan komitmen untuk membela Palestina dan menginginkan adanya penyelesaian yang adil bagi Palestina," kata Hassan.
 
Udah sih, Prabowo lagi konsultasi bareng eksterminu mentri luar negeri... Maksudnya apa? Kalau gak ada kejutan lagi, Indonesia jadi bagian dari Board of Peace tanpa ada tambahan kontribusi yang signifikan. Sudah waktunya pemerintah jelas kan siapa yang nanti harus bayar biaya anggota? Tapi, kalau memang ingin membela Palestina dengan komitmen, itu bisa jadi salah satu kekuatan Indonesia di BoP... tapi kalau tidak ada transparansi dalam proses ini, aja rasanya gini aja sih...
 
Saya rasa ini penting banget, bro 🤝. Kalau Indonesia ikut BoP, itu artinya kita already ready untuk menjadi player di level internasional, ya? 🌎. Nah, keanggotaan itu juga bukan hanya tentang diplomasi, tapi juga tentang keadilan Internasional, bro! 🕊️. Kita harus terus berusaha agar Palestina bisa mendapatkan hak-haknya yang adil, bro! 🤝.

Saya lihat keengganan Prabowo untuk menetapkan kontribusi iuran keanggotaan BoP ini, saya rasa itu penting banget, bro! 😊. Jika kita tidak memiliki komitmen yang jelas tentang hal ini, maka kita tidak bisa diprediksi bagaimana reaksi negara-negara lain di dunia Internasional, bro! 🤔.

Saya percaya bahwa Indonesia pasti punya kekuatan dan kemampuan untuk menjadi salah satu anggota utama BoP, ya! 🙌. Kita harus terus berusaha meningkatkan kemampuan kita dalam diplomasi dan menginginkan adanya perdamaian Internasional, bro! 💪
 
Gue pikir kalau ini gak sesuai banget sama Presiden Prabowo. Nih, dia aja cuma ingin ngelakukan hal yang "saat-saat" jadi pejuang perdamaian? Gimana caranya dia bisa memperkenalkan diri dulu sebelum mau jadi pejuang? Tapi gue juga paham kalau ini dipekerjakan sama mantan menteri luar negeri yang sudah terlepas tangan dari jabatan, tapi gue rasa Presiden Prabowo nggak perlu lagi ngeluarin-ngeluarin aja kalau gak ada bukti nyata... 🤔
 
aku kira kayaknya pemerintah Prabowo nggak punya kekuatan yang cukup buat terus mempertahankan keanggotaan di Board of Peace 🤔. lalu apakah kalau sekarang Indonesia juga ingin keluar dari BoP? aku pikir pertemuan ini cuma bagian kecil dari strategi Prabowo buat meningkatkan citra negara kita sebagai pemain global 🌎. tapi gak tahu apa yang diinginkan nanti, mungkin kalau kita mau bergabung juga bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara lain 💸.
 
Hmm, apa sih nih hasil pertemuan ini? Saya masih bingung kok. Prabowo lagi bertemu dengar mantan menteri luar negeri, tapi apa itu artinya nggak jelas. Pertemuan bareng-bareng dengan tujuh negara berpenduduk mayoritas Islam? Maka apa hasilnya sih bisa menjadi kekuatan penyeimbang di BoP? Saya rasa masih perlu informasi lebih lanjut deh. Dino Patti Djalal kayaknya udah ada pendapatnya sendiri tentang iuran keanggotaan, tapi gak diputuskan apa aja. Hmm, mungkin Prabowo lagi ingin jadi tokoh penting di internasional? Saya penasaran nih bagaimana Indonesia akan tetap bergerak deh.
 
kembali
Top