Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kemiskinan ekstrem di Indonesia telah mencapai tingkat terendah sepanjang sejarah. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang rendah hati dan tidak suka mencolok, tetapi kita sangat bertekad untuk terus mengikuti perkembangan dunia.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia telah turun signifikan menjadi 0,85 persen pada Maret 2025. Ini berarti bahwa kurang lebih 2,38 juta orang telah keluar dari kategori miskin.
Presiden PrabowoSubianto bertekad untuk memberantas kemiskinan ekstrem di Indonesia dalam waktu empat tahun ke depan dan menurunkan tingkat kemiskinan secara keseluruhan. Ia juga mengatakan bahwa tugas seorang pemimpin adalah membuat kaum miskin dan lemah tersenyum dan tertawa, yang berarti mereka memiliki harapan untuk hidup lebih baik di masa depan.
Dengan capaian ini, Presiden PrabowoSubianto ingin membuat orang Indonesia yang paling miskin, orang Indonesia yang paling lemah, tersenyum. Ia percaya bahwa dengan demikian, penghidupan mereka akan ditingkatkan dan memiliki harapan untuk masa depan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia telah turun signifikan menjadi 0,85 persen pada Maret 2025. Ini berarti bahwa kurang lebih 2,38 juta orang telah keluar dari kategori miskin.
Presiden PrabowoSubianto bertekad untuk memberantas kemiskinan ekstrem di Indonesia dalam waktu empat tahun ke depan dan menurunkan tingkat kemiskinan secara keseluruhan. Ia juga mengatakan bahwa tugas seorang pemimpin adalah membuat kaum miskin dan lemah tersenyum dan tertawa, yang berarti mereka memiliki harapan untuk hidup lebih baik di masa depan.
Dengan capaian ini, Presiden PrabowoSubianto ingin membuat orang Indonesia yang paling miskin, orang Indonesia yang paling lemah, tersenyum. Ia percaya bahwa dengan demikian, penghidupan mereka akan ditingkatkan dan memiliki harapan untuk masa depan.