Presiden Prabowo Subianto mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan seluruh desa di Indonesia akan mendapatkan program ini paling lambat pada Desember 2026. Prabowo meminta maaf kepada masyarakat yang belum merasakan manfaat program tersebut.
"InsyaAllah tahun 2026 ini semua desa di Indonesia akan menerima MBG. Sasaran kita adalah Desember 2026, semua desa mendapat MBG," kata Prabowo saat panen raya dan pengumuman swasembada beras di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Prabowo memastikan program ini akan mencakup seluruh kelompok sasaran, mulai dari anak-anak hingga lansia. Ia juga menegaskan tidak akan terganggu oleh kritik terhadap program MBG. "Hari ini kita sudah memberi makan bergizi gratis 55 juta anak Indonesia, 55 juta dalam satu tahun. Belum ada bangsa lain yang bisa seperti kita."
Pemerintah menargetkan total 82,9 juta penerima manfaat yang mencakup anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta lansia. Prabowo juga menyebut program MBG mendapat perhatian internasional, termasuk dari Rockefeller Institute. Menurutnya, lembaga riset asal Amerika Serikat itu menilai investasi dalam MBG berpotensi menghasilkan dampak ekonomi berlipat.
"Uang yang diinvestasikan dalam program MBG itu dapat menghasilkan pelipatan ekonomi hingga 5-35 kali," ujar Prabowo.
"InsyaAllah tahun 2026 ini semua desa di Indonesia akan menerima MBG. Sasaran kita adalah Desember 2026, semua desa mendapat MBG," kata Prabowo saat panen raya dan pengumuman swasembada beras di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Prabowo memastikan program ini akan mencakup seluruh kelompok sasaran, mulai dari anak-anak hingga lansia. Ia juga menegaskan tidak akan terganggu oleh kritik terhadap program MBG. "Hari ini kita sudah memberi makan bergizi gratis 55 juta anak Indonesia, 55 juta dalam satu tahun. Belum ada bangsa lain yang bisa seperti kita."
Pemerintah menargetkan total 82,9 juta penerima manfaat yang mencakup anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta lansia. Prabowo juga menyebut program MBG mendapat perhatian internasional, termasuk dari Rockefeller Institute. Menurutnya, lembaga riset asal Amerika Serikat itu menilai investasi dalam MBG berpotensi menghasilkan dampak ekonomi berlipat.
"Uang yang diinvestasikan dalam program MBG itu dapat menghasilkan pelipatan ekonomi hingga 5-35 kali," ujar Prabowo.