Prabowo Ingin Petugas Haji Diisi Unsur TNI-Polri

Presiden Prabowo Subianto meminta semua petugas penyelenggara ibadah haji memiliki latar belakang TNI dan Polri, kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid. Hal ini disampaikan ketika Presiden mengunjungi pelatihan untuk petugas penyelenggara ibadah haji di Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Sebagai catatan dari Abdul, selama ini Wamenhaj Dahnil menginformasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin semua petugas haji berasal dari unsur TNI dan Polri. Namun, Wamenhaj Dahnil juga menyampaikan ada pertimbangan lain yang perlu di pertimbangkan agar atau-ormas dan pengurus-pengurusan lainnya dapat terlibat dalam pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Abdul, keterlibatan TNI dan Polri sangat penting karena mereka memiliki kekuatan fisik yang memadai untuk menghadapi musim panas saat ibadah haji berlangsung. Ia juga menyebutkan bahwa di Arab Saudi suhu panas dapat menjadi masalah ketika puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terjadi.

Jumlah petugas dari TNI dan Polri ditingkatkan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dan kedisiplinan para petugas penyelenggara ibadah haji.

Selain itu, Wamenhaj Dahnil menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dalam penyelenggaraan ibadah haji memiliki nilai simbolis. Menurut Dahnil, Presiden Prabowo Subianto menginginkan semua petugas haji untuk memiliki semangat yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya dan bekerja dengan komando yang rapi.
 
😊 Aku pikir cara ini gak benar-benar efektif, diapa lagi kalau kamu membutuhkan keterlibatan TNI & Polri? Mereka itu lulus dari sekolah militer, siap-siap siap untuk melawan musuh. πŸ˜… Ibadah haji itu bukan pertempuran, tapi lebih seperti perjalanan spiritual. Bagaimana kalau kita fokus pada pengembangan kemampuan para petugas penyelenggara ibadah haji? Mereka perlu diberi pelatihan yang lebih luas dan baik, sehingga mereka bisa bekerja sama dengan baik dan saling menghormati. 🀝
 
Denggung kabar gak asyik dengerin kabar itu, kan? Saya pikir pentingnya keterlibatan TNI dan Polri dalam penyelenggara ibadah haji memang benar-benar penting banget. Mereka memiliki kemampuan fisik yang memadai untuk menjaga keselamatan para umat haji, terutama saat musim panas di Arab Saudi. Namun, saya rasa juga penting untuk diingat bahwa TNI dan Polri tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Kita butuh kerja sama dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Saya ingat suatu kisah tentang perjalanan Raja Arthur ke Camelot, kan? Saat itu, dia bertemu dengan seorang rakyat biasa yang memiliki semangat yang tinggi dan komando yang rapi. Dia memberikan tahu-tahu kepada Raja Arthur bahwa ada satu orang di antara mereka yang dapat membantunya dalam menjalankan kerajahan. Dan ternyata, itu adalah seorang rakyat biasa yang memiliki semangat yang tinggi dan komando yang rapi.

Maksud saya, kita butuh kerja sama dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kita tidak bisa hanya bergantung pada TNI dan Polri saja. Kita perlu bekerja sama dan saling menghormati agar semuanya berjalan dengan lancar. πŸ™
 
kaya gitu aja kalau presiden wanna pastikan semua petugas haji berasal dari TNI & Polri, aku pikir itu kenyamanan warga yang terjamin sih... tapi apa salahnya kalau ada orang lain juga bisa join ya? aku denger kebanyakan lulusan STMIK terima kontrak untuk menjadi petugas haji, kenapa gak bisa diprioritaskan juga?
 
kira-kira siapa lagi yang ingin menjadi petugas haji tahun ini? kan kayaknya ini masalah privasi, gimana kalau kalian yang sudah lama banget menjadi petugas haji gini harus lamar lagi πŸ€”πŸ‘€ toh aja kekuatan fisik buat menghadapi panas itu sih kalau bukan karena ada yang already terbiasa dengan ini aja πŸ˜…
 
Aku pikir gak perlu dipaksakan ari TNI dan Polri kayak gitu. Kalau mau asah kemampuan pelayanan, konsultasi dgn omas-omas kaya itu muda dinilai jg penting. Kita nggak butuh kekerasan aja sih, tapi kemampuan & disiplin ya bisa buat meningkatkan prestasi.
 
aja kalau gini, kita butuh tambahan latar belakang TNI dan Polri di penyelenggara ibadah haji, tapi kawan, nggak ada salahnya juga nih sih. aku pikir pentingnya itu karena musim panas di Arab Saudi, sinyal keamanan dan disiplin yang baik. tapi, aku punya ide lagi πŸ€”

mungkin kita butuh tambahan latar belakang khusus untuk petugas haji, bukan hanya TNI dan Polri aja. kita bisa butuh orang-orang yang berpengalaman di bidang penyelenggara ibadah haji, atau bahkan penumpang umat Islam sebelumnya, seperti aku! πŸ™

kita bisa membuat sistem pelatihan yang lebih luas, sehingga petugas haji tidak hanya TNI dan Polri aja. kita bisa butuh mereka untuk meningkatkan kemampuan dan disiplin mereka, nanti gak masalah lagi 😊
 
ku paham nih, kalau presiden ingin lusung-lusung TNI dan Polri di ibadah haji, itu keren banget 🀝! ku pikir penting karena mereka punya kekuatan fisik yang luas untuk menghadapi musim panas saat haji. tapi juga perlu nih, ada orang lain yang juga harus ikut ambil bagian, seperti pengurus-pengurusan dan-ormas lainnya. kalau cuma TNI dan Polri aja, nggak seimbang, ya? πŸ€”
 
Aku pikir itu ide yang tidak salah banget! Dengan keterlibatan TNI dan Polri, pasti keamanan para warga haji dan keseimbangan antara ritual dan praktiknya bisa terjaga dengan baik 🀝. Walaupun ada pertimbangan lain, aku rasa penting buat kita lihat keberdayaan mereka dalam hal ini. Dengan dua kali lipat jumlah petugas dari TNI dan Polri, semestinya kemampuan dan kedisiplinan para petugas bisa bertambah πŸš€. Ini juga bikin semangat tinggi di kalangan mereka, aku senang banget!
 
aku rasa ini keren banget kalau ada petugas TNI & Polri yang ikut gugus ibadah haji, tapi aku juga ragu sih mengapa harus TNI & Polri aja? aku tahu mereka punya kekuatan fisik yang bagus, tapi aku pikir kita juga bisa mencari orang lain yang lebih kompeten ya... dan aku lupa, apa sebenarnya pertumbuhan ini bikin? dua kali lipat ya? itu berarti ada banyak petugas baru yang harus dipelajari dan disiapkan, bukan?
 
ini kayak aja gini, kalau nggak punya latar belakang TNI dan Polri aja kamu bisa nyaman banget mengatur haji, tapi kalau ada masalah pasti kepanjangan waktu sih, dan tambahan biaya juga. aku pikir lebih penting lagi bagaimana para petugas yang tidak berasal dari organisasi militer itu punya kemampuan untuk menghadapi situasi apapun yang muncul saat haji berlangsung. jadi, apa kekuatan fisik sih yang penting?
 
kira-kira bakal ada kerugian kalau petugas ibadah haji nantinya tidak mau berbagi pengalaman dan pengetahuannya, karena sudah banyak tahun lama di tempat sama-sama berlaga... tapi aja jangan salah paham, aku nggak bermaksud mengatakan semua yang nanti akan dipilih harus dari TNI & Polri, tapi nggak salah jika kita bisa belajar dari mereka sih, karena kalau gini kita bisa lebih aman dan nyaman di Madinah...
 
ini kayaknya salah paham juga, siapa bilang harus ada orang dari TNI & Polri aja nih? apalagi kalau ada orang lain yang lebih ahli & berpengalaman dalam penyelenggaraan ibadah haji... πŸ€”
 
Gue pikir kalau memanggil TNI dan Polri ke semua pelatihan penyelenggara ibadah haji itu ngga bagus, mungkin kalau ada beberapa petugas dari asosiasi pengurus haji saja yang ikut, tapi dengan jumlah yang wajar aja. Kalau terlalu banyak TNI dan Polri, maka mungkin para umat yang melakukan haji akan merasa tidak nyaman deh.
 
Oke banget aja ya, keterlibatan TNI dan Polri dalam penyelenggara ibadah haji ini memang penting sekali 🀝. Suhu panas di Arab Saudi bisa menjadi masalah juga, tapi dengan adanya TNI dan Polri, nanti pelayanan ibadah haji lebih aman dan terorganisir 🚨. Pertumbuhan jumlah petugas ini juga bagus banget, semoga bisa meningkatkan kemampuan dan kedisiplinan para petugas πŸ“ˆ. Saya rasa semangat yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya itu juga akan membawa hasil yang lebih baik πŸ’ͺ.
 
Makasih karya Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, ini penting bangetπŸ™Œ. Jadi kayaknya Presiden Prabowo Subianto ingin aspek keamanan dan keselamatan ibadah haji di prioritaskan, apa sisi kemudian? Bagus banget keterlibatan TNI dan Polri dalam penyelenggaraan ibadah haji, karena pasti kan mereka yang paling siap menghadapi musim panas ituπŸ”₯. Dengan jumlah petugas dari TNI dan Polri ditingkatkan, ini juga akan meningkatkan kemampuan dan kedisiplinan para petugas penyelenggara ibadah haji, jadi semoga sukses dan aman🀞.
 
Kasus ini makin serasa tak asyik aja... TNI dan Polri diintegrasikan ke dalam penyelenggara ibadah haji? Makin sering aku pikir, nggak ada masalahnya kalau Wamenhaj Dahnil mau terlibat, tapi keterlibatan TNI dan Polri itu bukanlah solusi aja... Aku masih ragu-ragu, bagaimana kalau ada kecelakaan atau keselamatan saat ibadah haji berlangsung? Apakah mereka siap untuk menghadapi situasi darurat seperti itu? Kalau tidak, nggak bisa dipastikan bahwa TNI dan Polri dapat memberikan dukungan yang tepat...
 
Gue pikir gak perlu ketersediaan TNI dan Polri deh biar ibadah haji bisa berjalan lancar, tapi sih kalau mereka ada di situ, itu juga bisa membantu banget, karena suhu panasnya bisa bikin kesulitan. Kalau mereka tidak ada, maka kita harus lebih waspada dan siap untuk menghadapi apa pun yang muncul.
 
Maksudnya siapa aja yang terlibat dalam penyelenggara ibadah haji harus punya kemampuan dan semangat yang cukup untuk menjalankannya πŸ™Œ. Tapi, aku pikir juga penting kalau ada petugas lain seperti pengurus-pengurusan atau-ormas lainnya yang terlibat, jadi mereka bisa berkontribusi dalam pelaksanaan ibadah haji.
 
kembali
Top