Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya disiplin dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, disiplin adalah fondasi utama yang perlu dipertahankan oleh petugas haji agar pelayanan ibadah haji berjalan lancar.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam upacara penutupan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Prabowo menekankan bahwa disiplin tidak hanya tentang mengikuti aturan-aturan, tetapi juga tentang menjaga etika dan integritas. "Etika melayani harus menjadi pegangan saudara," kata Irfan.
Ia juga menekankan pentingnya pembekalan dalam menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi petugas. "Karena itu, pembekalan ini menjadi sangat penting," ujarnya. Tanpa disiplin, kualitas pelayanan haji tidak akan terjaga.
Menurut Irfan, petugas haji menghadapi tantangan fisik dan emosional di Tanah Suci, sehingga dituntut tetap tenang, sigap, dan bertanggung jawab. Tugas petugas haji tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan kesadaran bahwa setiap tindakan berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Pemerintah mengajak seluruh peserta menjadikan pembekalan sebagai ruang belajar dan penguatan komitmen. "Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini saya kukuhkan saudara-saudara menjadi Petugas Haji Indonesia 1447 Hijriah/2026 Masehi," ucap Irfan.
Jika kita ingin menyelenggarakan ibadah haji yang sukses, maka disiplin dan etika harus menjadi hal-hal pertama yang kita pertimbangkan.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam upacara penutupan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Prabowo menekankan bahwa disiplin tidak hanya tentang mengikuti aturan-aturan, tetapi juga tentang menjaga etika dan integritas. "Etika melayani harus menjadi pegangan saudara," kata Irfan.
Ia juga menekankan pentingnya pembekalan dalam menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi petugas. "Karena itu, pembekalan ini menjadi sangat penting," ujarnya. Tanpa disiplin, kualitas pelayanan haji tidak akan terjaga.
Menurut Irfan, petugas haji menghadapi tantangan fisik dan emosional di Tanah Suci, sehingga dituntut tetap tenang, sigap, dan bertanggung jawab. Tugas petugas haji tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan kesadaran bahwa setiap tindakan berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Pemerintah mengajak seluruh peserta menjadikan pembekalan sebagai ruang belajar dan penguatan komitmen. "Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini saya kukuhkan saudara-saudara menjadi Petugas Haji Indonesia 1447 Hijriah/2026 Masehi," ucap Irfan.
Jika kita ingin menyelenggarakan ibadah haji yang sukses, maka disiplin dan etika harus menjadi hal-hal pertama yang kita pertimbangkan.