Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia sudah berhasil memproduksi 59,8 juta porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta bayi di seluruh Indonesia setiap hari. Dengan capaian itu, diperkirakan dapur-dapur SPPG akan mampu memproduksi MBG sesuai angka yang ditargetnya, sebanyak 82,9 juta porsi pada tahun ini.
Saat ini, produksi MBG Indonesia diperkirakan mencapai 68 juta porsi per hari. Jika tercapai, artinya produksi MBG akan melampaui produksi McDonald’s (McD). Presiden Prabowo mengatakan bahwa dalam waktu sekitar satu bulan, mereka akan melampaui produksi McD yang mencapai 68 juta makanan per hari.
"Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kami akan melampaui produksi McDonald's yang mencapai 68 juta makanan per hari," kata dia, di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Presiden Prabowo juga mengklaim bahwa produksi MBG telah melampaui produksi waralaba McD tersebut, karena hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai produksi 64 juta porsi per hari.
McD yang memulai dapur pertama mereka pada 1940, membutuhkan waktu lima dekade lebih lama untuk mencapai produksi 68 juta porsi per hari. Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia memulai program makanan bergizi gratis untuk ibu hamil dan menyusui, bayi, dan seluruh anak-anak Indonesia pada 6 Januari 2025.
Pada hari pertama, mereka memulai dengan 190 dapur, melayani 570 ribu orang per hari. Saat ini, dalam satu tahun, mereka telah mencapai 21.102 dapur yang melayani seluruh negeri. Semua anak di Indonesia, dari dalam kandungan ibu hingga usia 18 tahun, mendapat manfaat dari program ini. Untuk ibu hamil dan menyusui, MBG di antarkan setiap hari hingga ke depan pintu rumah.
Selain memperkuat gizi generasi mendatang, MBG juga diproyeksikan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pelaksanaan program flagship ini, lebih dari 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah serta perusahaan besar turut dilibatkan dalam rantai pasok. Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa mereka menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja hanya di dapur, pada puncaknya, mereka optimis akan mencapai 1,5 juta lapangan kerja langsung, dengan para penjual dan pemasok, akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lain yang akan terangkat dan meningkat.
Saat ini, produksi MBG Indonesia diperkirakan mencapai 68 juta porsi per hari. Jika tercapai, artinya produksi MBG akan melampaui produksi McDonald’s (McD). Presiden Prabowo mengatakan bahwa dalam waktu sekitar satu bulan, mereka akan melampaui produksi McD yang mencapai 68 juta makanan per hari.
"Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kami akan melampaui produksi McDonald's yang mencapai 68 juta makanan per hari," kata dia, di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Presiden Prabowo juga mengklaim bahwa produksi MBG telah melampaui produksi waralaba McD tersebut, karena hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai produksi 64 juta porsi per hari.
McD yang memulai dapur pertama mereka pada 1940, membutuhkan waktu lima dekade lebih lama untuk mencapai produksi 68 juta porsi per hari. Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia memulai program makanan bergizi gratis untuk ibu hamil dan menyusui, bayi, dan seluruh anak-anak Indonesia pada 6 Januari 2025.
Pada hari pertama, mereka memulai dengan 190 dapur, melayani 570 ribu orang per hari. Saat ini, dalam satu tahun, mereka telah mencapai 21.102 dapur yang melayani seluruh negeri. Semua anak di Indonesia, dari dalam kandungan ibu hingga usia 18 tahun, mendapat manfaat dari program ini. Untuk ibu hamil dan menyusui, MBG di antarkan setiap hari hingga ke depan pintu rumah.
Selain memperkuat gizi generasi mendatang, MBG juga diproyeksikan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pelaksanaan program flagship ini, lebih dari 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah serta perusahaan besar turut dilibatkan dalam rantai pasok. Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa mereka menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja hanya di dapur, pada puncaknya, mereka optimis akan mencapai 1,5 juta lapangan kerja langsung, dengan para penjual dan pemasok, akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lain yang akan terangkat dan meningkat.