Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia telah berhasil memproduksi 59,8 juta porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta bayi di seluruh Indonesia setiap hari. Ini adalah capaian yang sangat signifikan bagi program MBG yang dimulai pada 6 Januari 2025.
Menurut Prabowo, pada tahun ini diperkirakan dapur-dapur SPPG akan mampu memproduksi MBG sesuai angka yang ditargetnya, yaitu sebanyak 82,9 juta porsi. Ini berarti bahwa produksi MBG Indonesia akan melampaui produksi McDonald's (McD) pada satu bulan ke depan.
"Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kami akan melampaui produksi McDonald's yang mencapai 68 juta makanan per hari," kata Prabowo, di hadapan para pemimpin dunia di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Prabowo juga mengklaim bahwa produksi MBG telah melampaui produksi waralaba yang dikenal dengan sebutan McD tersebut. Sebab, hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai ini, sementara McD yang memulai dapur pertama mereka pada 1940, membutuhkan waktu lima dekade lebih lama untuk mencapai produksi 64 juta porsi per hari.
Dengan capaian ini, Prabowo berharap dapat menempatkan program MBG dalam konteks yang lebih luas. "Saya pikir McDonald's memulai dapur pertama mereka pada 1940. Untuk mencapai (produksi) 68 juta, mereka membutuhkan lima dekade lebih lama. Kami akan mencapai 82,9 juta, saya harap, pada akhir Desember 2026," kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menjelaskan bahwa semua anak di Indonesia, dari dalam kandungan ibu hingga usia 18 tahun, mendapat manfaat dari program ini. Untuk ibu hamil dan menyusui, MBG diantarkan setiap hari hingga ke depan pintu rumah. Bahkan, hal ini juga dilakukan untuk para lansia yang tinggal sendirian.
Program MBG tidak hanya memiliki dampak positif pada kesehatan anak-anak dan ibu-ibu hamil, tetapi juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pelaksanaan program flagship ini, lebih dari 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah serta perusahaan besar turut dilibatkan dalam rantai pasok.
"Kami menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja hanya di dapur. Pada puncaknya, kami optimis akan mencapai 1,5 juta lapangan kerja langsung. Dengan para penjual dan pemasok, akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lain yang akan terangkat dan meningkat," tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, pada tahun ini diperkirakan dapur-dapur SPPG akan mampu memproduksi MBG sesuai angka yang ditargetnya, yaitu sebanyak 82,9 juta porsi. Ini berarti bahwa produksi MBG Indonesia akan melampaui produksi McDonald's (McD) pada satu bulan ke depan.
"Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kami akan melampaui produksi McDonald's yang mencapai 68 juta makanan per hari," kata Prabowo, di hadapan para pemimpin dunia di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Prabowo juga mengklaim bahwa produksi MBG telah melampaui produksi waralaba yang dikenal dengan sebutan McD tersebut. Sebab, hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai ini, sementara McD yang memulai dapur pertama mereka pada 1940, membutuhkan waktu lima dekade lebih lama untuk mencapai produksi 64 juta porsi per hari.
Dengan capaian ini, Prabowo berharap dapat menempatkan program MBG dalam konteks yang lebih luas. "Saya pikir McDonald's memulai dapur pertama mereka pada 1940. Untuk mencapai (produksi) 68 juta, mereka membutuhkan lima dekade lebih lama. Kami akan mencapai 82,9 juta, saya harap, pada akhir Desember 2026," kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menjelaskan bahwa semua anak di Indonesia, dari dalam kandungan ibu hingga usia 18 tahun, mendapat manfaat dari program ini. Untuk ibu hamil dan menyusui, MBG diantarkan setiap hari hingga ke depan pintu rumah. Bahkan, hal ini juga dilakukan untuk para lansia yang tinggal sendirian.
Program MBG tidak hanya memiliki dampak positif pada kesehatan anak-anak dan ibu-ibu hamil, tetapi juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pelaksanaan program flagship ini, lebih dari 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah serta perusahaan besar turut dilibatkan dalam rantai pasok.
"Kami menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja hanya di dapur. Pada puncaknya, kami optimis akan mencapai 1,5 juta lapangan kerja langsung. Dengan para penjual dan pemasok, akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lain yang akan terangkat dan meningkat," tegas Prabowo.