Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jaminan bahwa belanja negara (APBN) 2026 dapat terlaksana meski Presiden Prabowo Subianto belum menyerahkan Daftar Isian Penyelenggaraan Anggaran (DIPA) dan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang rincian APBN 2026.
"APBN 2026 tetap jalan, DIPA cuma seremonial tapi teknis jalan semua," kata Purbaya saat berbicara dengan awak media di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta. Meski begitu, tidak semua anggaran yang telah dialokasikan dapat dicairkan sekaligus.
"Yang ditarik, cair gitu. Tapi nggak ada hambatan," katanya. Penyerahan DIPA yang dijadwalkan pada 16 Desember 2025 belum juga terlaksana karena berbenturan dengan jadwal Prabowo.
Tapi Purbaya masih menunggu jadwal anyar Presiden Prabowo untuk dapat menyerahkan DIPA 2026. "Kan ini upacaranya saja, nanti kita tunggu kapan istana punya waktu. Bukan berarti pelaksanaannya APBN 2026 terhambat."
Dengan demikian, Kementerian/Lembaga (K/L) sudah dapat merealisasikan belanja sesuai dengan yang telah dialokasikan sebelumnya.
"APBN 2026 tetap jalan, DIPA cuma seremonial tapi teknis jalan semua," kata Purbaya saat berbicara dengan awak media di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta. Meski begitu, tidak semua anggaran yang telah dialokasikan dapat dicairkan sekaligus.
"Yang ditarik, cair gitu. Tapi nggak ada hambatan," katanya. Penyerahan DIPA yang dijadwalkan pada 16 Desember 2025 belum juga terlaksana karena berbenturan dengan jadwal Prabowo.
Tapi Purbaya masih menunggu jadwal anyar Presiden Prabowo untuk dapat menyerahkan DIPA 2026. "Kan ini upacaranya saja, nanti kita tunggu kapan istana punya waktu. Bukan berarti pelaksanaannya APBN 2026 terhambat."
Dengan demikian, Kementerian/Lembaga (K/L) sudah dapat merealisasikan belanja sesuai dengan yang telah dialokasikan sebelumnya.