Bawa Pulang Komitmen Investasi Maritim Rp90 Triliun dari Inggris, Prabowo Subianto Menegaskan Penciptaan Lapangan Kerja
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berhasil menarik komitmen investasi senilai Rp90 triliun dari Inggris. Investasi tersebut fokus pada penguatan kerja sama sektor maritim dan meliputi pembangunan kapal nelayan dengan total 1.582 kapal.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, komitmen investasi ini diperoleh hasil dari pertemuan strategis selama kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris, termasuk Pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Komitemen tersebut mencapai 4 miliar pound sterling atau kurang lebih Rp90 triliun.
Komitmen ini berfokus pada kolaborasi industri maritim dan terdiri dari proyek pembangunan kapal nelayan dengan total 1.582 kapal. Proyek ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung karena seluruh proses produksi dan perakitan kapal akan dilakukan di dalam negeri.
Berdasarkan data yang diberikan Menteri Kelautan dan Perikanan, proyek maritim tersebut diperkirakan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja. Jumlah tersebut mencakup kurang lebih 30 ribu awak kapal, sekitar 400 ribu tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan, serta sekitar 170 ribu tenaga kerja tambahan dari efek berganda di sektor pendukung.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa agenda diplomasi pemerintah tidak hanya berorientasi pada kerja sama politik dan investasi, tetapi juga diarahkan pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri nasional berbasis maritim.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berhasil menarik komitmen investasi senilai Rp90 triliun dari Inggris. Investasi tersebut fokus pada penguatan kerja sama sektor maritim dan meliputi pembangunan kapal nelayan dengan total 1.582 kapal.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, komitmen investasi ini diperoleh hasil dari pertemuan strategis selama kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris, termasuk Pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Komitemen tersebut mencapai 4 miliar pound sterling atau kurang lebih Rp90 triliun.
Komitmen ini berfokus pada kolaborasi industri maritim dan terdiri dari proyek pembangunan kapal nelayan dengan total 1.582 kapal. Proyek ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung karena seluruh proses produksi dan perakitan kapal akan dilakukan di dalam negeri.
Berdasarkan data yang diberikan Menteri Kelautan dan Perikanan, proyek maritim tersebut diperkirakan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja. Jumlah tersebut mencakup kurang lebih 30 ribu awak kapal, sekitar 400 ribu tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan, serta sekitar 170 ribu tenaga kerja tambahan dari efek berganda di sektor pendukung.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa agenda diplomasi pemerintah tidak hanya berorientasi pada kerja sama politik dan investasi, tetapi juga diarahkan pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri nasional berbasis maritim.