Presiden Prabowo Subianto secara tegas membantah tuduhan bahwa ia ingin menjadi pemimpin diktator. Menurutnya, beliau bukanlah orang pintar atau profesor, namun dapat membedakan apa yang benar dan salah, masuk akal dan tidak.
"Kami memang bukan orang pintar, kami tidak punya gelar profesor," kata Prabowo. "Tapi saya bisa lihat yang benar dan tidak benar, yang masuk akal dan tidak masuk akal. Saya bisa rasakan keadilan dan tidak adanya keadilan. Karena itu saya berjuang terus."
Beliau juga menegaskan bahwa ia telah mengabdikan diri untuk negara sejak usia muda, bahkan saat masih menjadi prajurit TNI, Prabowo telah berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. Saat ini, sebagai Presiden RI, ia meminta seluruh jajarannya bekerja sepenuh hati bagi rakyat Indonesia dan menaruh kepentingan bangsa dan negara di atas segala-galanya.
"Kami tidak boleh ambil pusing dalam merespons orang yang terus nyinyir ke pemerintah," kata Prabowo. "Hingga kini masih ada saja yang hanya bisa mengejek hingga menghujat kinerja pemerintah."
Beliau juga mengaku heran dengan orang-orang yang mengaku pintar tapi selalu bersikap seperti itu, bahkan menyinyalir bahwa mereka mungkin hanya dibayar untuk membela opini tertentu.
"Kami memang bukan orang pintar, kami tidak punya gelar profesor," kata Prabowo. "Tapi saya bisa lihat yang benar dan tidak benar, yang masuk akal dan tidak masuk akal. Saya bisa rasakan keadilan dan tidak adanya keadilan. Karena itu saya berjuang terus."
Beliau juga menegaskan bahwa ia telah mengabdikan diri untuk negara sejak usia muda, bahkan saat masih menjadi prajurit TNI, Prabowo telah berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. Saat ini, sebagai Presiden RI, ia meminta seluruh jajarannya bekerja sepenuh hati bagi rakyat Indonesia dan menaruh kepentingan bangsa dan negara di atas segala-galanya.
"Kami tidak boleh ambil pusing dalam merespons orang yang terus nyinyir ke pemerintah," kata Prabowo. "Hingga kini masih ada saja yang hanya bisa mengejek hingga menghujat kinerja pemerintah."
Beliau juga mengaku heran dengan orang-orang yang mengaku pintar tapi selalu bersikap seperti itu, bahkan menyinyalir bahwa mereka mungkin hanya dibayar untuk membela opini tertentu.