Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menegaskan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukanlah program populis. Menurutnya, CKG merupakan program yang bertujuan untuk menghemat uang masyarakat dan juga anggaran pemerintah.
Di acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), Prabowo menjelaskan bahwa program ini telah berhasil disaksikan dengan demikian. Sampai saat ini, sebanyak 70 juta warga Indonesia telah menerima pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, program ini juga akan diperluas ke anak-anak dan orang dewasa di seluruh Indonesia.
"Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk seluruh warga negara Indonesia. Mereka akan menerima pemeriksaan kesehatan gratis setahun sekali seumur hidup mereka," ujarnya.
Menurut Prabowo, skrining dalam program CKG dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Melalui deteksi dini ini, diharapkan dapat menghemat lebih banyak biaya pengobatan yang harus ditanggung masyarakat dalam jangka panjang.
"Dengan mendeteksi penyakit pada tahap awal, kita akan menghemat lebih banyak biaya pengobatan dalam jangka panjang. Ini sebenarnya adalah program peningkatan produktivitas," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, telah menjelaskan bahwa skrining awal penyakit sangat penting untuk dilakukan dalam proses CKG agar lebih mudah dalam penyembuhan dan biaya penanganan penyakit lebih murah.
Pada akhirnya, setelah pengobatan dilakukan, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan.
Di acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), Prabowo menjelaskan bahwa program ini telah berhasil disaksikan dengan demikian. Sampai saat ini, sebanyak 70 juta warga Indonesia telah menerima pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, program ini juga akan diperluas ke anak-anak dan orang dewasa di seluruh Indonesia.
"Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk seluruh warga negara Indonesia. Mereka akan menerima pemeriksaan kesehatan gratis setahun sekali seumur hidup mereka," ujarnya.
Menurut Prabowo, skrining dalam program CKG dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Melalui deteksi dini ini, diharapkan dapat menghemat lebih banyak biaya pengobatan yang harus ditanggung masyarakat dalam jangka panjang.
"Dengan mendeteksi penyakit pada tahap awal, kita akan menghemat lebih banyak biaya pengobatan dalam jangka panjang. Ini sebenarnya adalah program peningkatan produktivitas," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, telah menjelaskan bahwa skrining awal penyakit sangat penting untuk dilakukan dalam proses CKG agar lebih mudah dalam penyembuhan dan biaya penanganan penyakit lebih murah.
Pada akhirnya, setelah pengobatan dilakukan, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan.