Pemimpin Indonesia Prabowo Subianto mengadakan pertemuan retret dengan jajaran Kabinet Merah Putih untuk membahas situasi bencana di Tanah Air. Pertemuan ini dilaksanakan di kediamannya di Hambalang, Bogor, dan dimeritkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Dalam pertemuan tersebut, pemimpin Indonesia memberikan perhatian pada percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terkena dampak bencana. Selain itu, juga dibahas beberapa kejadian bencana lain yang terjadi di Tanah Air.
Prasetyo menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya penanganan bencana secara menyeluruh dalam pertemuan tertutup dengan sejumlah menteri. Pertemuan tersebut juga membahas tentang penanganan bencana di Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara dan Balangan di Kalimantan Selatan.
Pemimpin Indonesia juga menjelaskan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat potensi curah hujan tinggi yang biasanya terjadi pada akhir tahun. "Memang karena ini masuk musim curah hujan tinggi, kita harus melakukan langkah-langkah antisipatif," ujarnya.
Selain isu kebencanaan, retret tersebut juga membahas sejumlah program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, swasembada pangan dan energi, serta Sekolah Rakyat. Karena banyaknya agenda yang dibahas, retret tidak dibatasi waktu.
Pemimpin Indonesia mengundang seluruh jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk mengikuti pengarahan dalam kegiatan yang diberi tajuk retret tersebut. Hambalang dipilih sebagai lokasi karena dinilai lebih memungkinkan dan efisien.
Dalam pertemuan tersebut, pemimpin Indonesia memberikan perhatian pada percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terkena dampak bencana. Selain itu, juga dibahas beberapa kejadian bencana lain yang terjadi di Tanah Air.
Prasetyo menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya penanganan bencana secara menyeluruh dalam pertemuan tertutup dengan sejumlah menteri. Pertemuan tersebut juga membahas tentang penanganan bencana di Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara dan Balangan di Kalimantan Selatan.
Pemimpin Indonesia juga menjelaskan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat potensi curah hujan tinggi yang biasanya terjadi pada akhir tahun. "Memang karena ini masuk musim curah hujan tinggi, kita harus melakukan langkah-langkah antisipatif," ujarnya.
Selain isu kebencanaan, retret tersebut juga membahas sejumlah program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, swasembada pangan dan energi, serta Sekolah Rakyat. Karena banyaknya agenda yang dibahas, retret tidak dibatasi waktu.
Pemimpin Indonesia mengundang seluruh jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk mengikuti pengarahan dalam kegiatan yang diberi tajuk retret tersebut. Hambalang dipilih sebagai lokasi karena dinilai lebih memungkinkan dan efisien.