Presiden Prabowo Subianto mendiskusikan situasi bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi di Sumatera. Hal ini dilakukan selama kegiatan retret bersama jajaran Kabinet Merah Putih di rumahnya di Hambalang, Bogor. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pembahasan ini mencakup rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak oleh bencana.
Prasetyo juga menekankan pentingnya penanganan bencana secara menyeluruh. Dia mengatakan bahwa Presiden Prabowo sebelumnya telah menekankan hal ini dalam pertemuan tertutup dengan beberapa menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Selain itu, penanganan bencana juga mencakup wilayah lain seperti Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara dan Balangan di Kalimantan Selatan. Prasetyo menambahkan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat potensi curah hujan tinggi yang biasanya terjadi pada akhir tahun.
Kebesaran bencana yang terjadi di tanah Air juga disebutkan dalam pertemuan ini. Prasetyo menjelaskan bahwa retret tidak dibatasi waktu karena banyaknya agenda yang dibahas.
Prasetyo juga menekankan pentingnya penanganan bencana secara menyeluruh. Dia mengatakan bahwa Presiden Prabowo sebelumnya telah menekankan hal ini dalam pertemuan tertutup dengan beberapa menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Selain itu, penanganan bencana juga mencakup wilayah lain seperti Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara dan Balangan di Kalimantan Selatan. Prasetyo menambahkan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat potensi curah hujan tinggi yang biasanya terjadi pada akhir tahun.
Kebesaran bencana yang terjadi di tanah Air juga disebutkan dalam pertemuan ini. Prasetyo menjelaskan bahwa retret tidak dibatasi waktu karena banyaknya agenda yang dibahas.