Presiden Prabowo Subianto menandatangani rencana pembangunan 10 kampus baru yang berfokus pada pendidikan STEM dan kedokteran. Tujuan dari rencana ini adalah meningkatkan jumlah tenaga medis di Indonesia, terutama dokter dan dokter gigi. Menurut Prabowo, Indonesia kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sehingga perlu digali kerja sama dengan universitas-Universitas terkemuka di Inggris Raya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Tanah Air.
Pertemuan antara Prabowo dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menunjukkan bahwa universitas-Universitas ternama di Inggris telah memberikan respons positif terhadap inisiatif Prabowo. Rencana pembangunan 10 kampus baru ini akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya. Pihak pemerintah telah menetapkan target untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, sehingga dapat setara dengan universitas terbaik dunia.
Menteri Sjafrie Sjamsoeddin hadir dalam pertemuan tersebut dan membahas tentang kerja sama dengan universitas-Universitas ternama di Inggris. Rencana pembangunan 10 kampus baru ini merupakan langkah yang berani untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam bidang pendidikan tinggi.
Pertemuan ini juga membahas tentang kekurangan tenaga medis di Indonesia, terutama dokter dan dokter gigi. Prabowo menyatakan bahwa Indonesia hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya, sehingga perlu digali kerja sama dengan universitas-Universitas ternama di Inggris untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Tanah Air.
Pertemuan antara Prabowo dan universitas-Universitas ternama di Inggris menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan tinggi. Dengan kerja sama dengan universitas-Universitas ternama di Inggris, Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Tanah Air dan mencapai target untuk menjadi negara yang maju dalam bidang pendidikan tinggi.
Pertemuan antara Prabowo dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menunjukkan bahwa universitas-Universitas ternama di Inggris telah memberikan respons positif terhadap inisiatif Prabowo. Rencana pembangunan 10 kampus baru ini akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya. Pihak pemerintah telah menetapkan target untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, sehingga dapat setara dengan universitas terbaik dunia.
Menteri Sjafrie Sjamsoeddin hadir dalam pertemuan tersebut dan membahas tentang kerja sama dengan universitas-Universitas ternama di Inggris. Rencana pembangunan 10 kampus baru ini merupakan langkah yang berani untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam bidang pendidikan tinggi.
Pertemuan ini juga membahas tentang kekurangan tenaga medis di Indonesia, terutama dokter dan dokter gigi. Prabowo menyatakan bahwa Indonesia hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya, sehingga perlu digali kerja sama dengan universitas-Universitas ternama di Inggris untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Tanah Air.
Pertemuan antara Prabowo dan universitas-Universitas ternama di Inggris menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan tinggi. Dengan kerja sama dengan universitas-Universitas ternama di Inggris, Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Tanah Air dan mencapai target untuk menjadi negara yang maju dalam bidang pendidikan tinggi.