Prabowo Atensi Kasus Bocah SD di NTT Bunuh Diri, Minta Jangan Terulang Lagi

Kasus bocah SD berusia 10 tahun di NTT bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu, ini menjadi perhatian Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Presiden RI Prabowo Subianto telah menaruh atensi penuh terhadap kasus ini. Bapak Presiden mengingatkan agar kita meningkatkan kepedulian sosial di antara kita semua dari setiap level tingkatan gitu.

Pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden tersebut dan telah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait untuk melakukan penanganan kepada keluarga korban. Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial untuk melakukan penanganan-penanganan terhadap keluarga dan terutama memikirkan supaya kejadian ini tidak terulang kembali.

Korban tersebut meninggalkan surat untuk ibundanya. Surat tersebut adalah ungkapan rasa kasih sayang dan harapan dari korban sebelum ia meninggal dunia.
 
Makasih ya pemerintah yang sudah bercoordinasi dengan menteri-menteri terkait, tapi kayaknya kita harus banyak lagi banget. Bocah-bocah SD itu hanya butuh Rp10 ribu untuk buku dan pena, tapi bagaimana kalau mereka tinggal di daerah tertinggal? Kalau mereka tidak punya uang, siapa yang akan membantu? Kita harus lebih proaktif dalam menolong anak-anak kita, tidak hanya ketika ada masalah.
 
Makasih ya Menteri Prasetyo, tapi gini gue pikir apa yang perlu kita lakukan bukan hanya berkoordinasi dengan menteri-menteri lain, tapi kita juga harus tahu mengapa anak-anak SD-SD seperti itu tidak punya uang untuk membeli buku dan pena. Apalagi kalau mereka hanya 10 tahun lagi di SD, itu sudah terlambat banget! Aku pikir kita perlu membuat program yang lebih efektif buat mendukung anak-anak muda ini, seperti subsidi untuk belanja sekolah atau program bantuan lainnya. Dan kita juga harus memastikan bahwa sistem pendidikan kita tidak ada masalah dengan harga sekolah yang terlalu mahal, karena itu bisa membuat anak-anak seperti korban itu merasa tidak bisa bernapas 😔
 
Aku paham kalau orang-orang mungkin akan lupa bahwa di belakang setiap kisah ada kehidupan manusia yang begitu sederhana, tapi sangat tragis... Bocah itu hanya ingin memiliki sesuatu untuk memanjakan hidupnya, tapi sistem kita sendiri jadi membuat hal itu tidak mungkin. Aku berpikir apa yang bisa kita lakukan jika kita tidak punya buku atau pena? Apa yang bisa kita lakukan jika kita harus memilih antara membeli buku dan makanan untuk tubuh kita? Itu adalah pertanyaan yang kita harus hadapi, dan aku berharap kita bisa menemukan jalan keluar dari masalah ini dengan lebih bijak...
 
🤕 Ini kayaknya boleh diakui bahwa pemerintah punya tanggung jawab besar sekali terhadap kasus ini. Bocah itu hanya 10 tahun, masih anak kecil yang belum pernah dipikirkan tentang masalah uang, tapi pemerintah sudah bergerak cepat untuk membantu keluarganya. Menteri Sosial dan Dalam Negeri pasti berusaha keras untuk menanganani situasi ini. Tapi, apa yang bisa kita lakukan sendiri? Semua orang harus peduli terhadap kasus-kasus seperti ini. Kita harus meningkatkan kesadaran masyarakat agar setiap orang bisa membantu orang lain, terutama anak-anak yang masih sangat muda dan butuh perlindungan paling banyak 😔
 
Wow! 🤯 Kasus anak kecil itu memang sangat berkesan, tapi juga bikin perasaan sedih banget. Saya pikir kita harus bisa membuat pendidikan gratis untuk semua anak di Indonesia, agar mereka tidak pernah merasakan kesulitan seperti korban itu 😔. Dan buat ayah-ibu yang tidak mampu membeli barang-bagaran, pemerintah harus bantu dengan program bantuan sosial yang lebih baik lagi 🤝.
 
Aku salah saking itu korban bukan bocah SD aja, tapi bukannya anak SMK yang baru lulus yang bunuh diri karena gampangnya dia tidak bisa membeli buku-buku yang dia butuh untuk kuliah. Itu karena biaya yang terlalu mahal gitu. Aku pikir itu harus ada solusi dari pemerintah, misalnya biaya kuliah gratis atau biaya buku-buku yang lebih murah. Jangan biarkan kasus ini menjadi contoh bagi anak-anak muda kita.
 
😢🤕 itu trusap bawaan masa lalu yang masih terus menerus keluar 😩 kita harus lebih berhati-hati sama anak-anak kita 🙏 di Indonesia ini banyak lagi kasus seperti ini, kita harus tahu siapa pun korban dan memberikan bantuan 🤝 samanya kita tidak bisa membawa semua masalah ke sini, tapi kita bisa mulai dari diri kita sendiri 🌱 mulai dari mengajarkan anak-anak tentang kesetaraan dan kepedulian 💖
 
AIKU SANGKUBA GAK BISA PENJATIHANNYA UNTUK KASUS NYA! ITU KEJIWAAN YANG MENTANGI DARA DAN MAKIN SERUH DI BAWAH NYA. APA KASUS NYA, BOCAH SD YA TIDAK PAAH BUKA PULUH HARGA SEBUTIR PENGA? SAYANGNYA ITU POKOK KEBAJIKAN YANG PERLU DIBAHIKAN!
 
Maaf, kasus itu makin bikin emosi kita bangun. Sama-sama, kita harus ingatkan bahwa harganya Rp 10 ribu saja, itu bisa dipikirkan kembali lagi nggak? Mungkin kita bisa cari cara agar buku dan pena bisa lebih murah bih? Dan apalagi kalau kita ada dana yang bisa dibantu korban keluarga, ya bisa juga. Kita harus bisa memberikan bantuan dan kasih sayang kepada mereka.
 
ini kenyataan yang harus kita hadapi, biaya hidup makin naik dan banyak anak-anak berusia 10 tahun juga harus menanggung beban itu. menteri-menteri pemerintah sudah mulai terkesan, tapi apa yang bisa dilakukan? kita hanya harus menyalurkan bantuan lebih lanjut untuk keluarga korban. tapi ini bukan masalah kecil, ada banyak faktor lain yang juga menyebabkannya, seperti pendapatan orang tua yang kurang dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
 
ini kasus yang bikin sedih banget, si kecil itu punya impian untuk belajar tapi orang tuanya nggak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, kayaknya kita harus berani-banernya buat melindungi anak-anak ini, gini caranya: pertama, pemerintah harus meningkatkan akses pendidikan dan sumber daya untuk masyarakat yang kurang mampu. kedua, kita harus makin banyak lagi program bantuan sosial agar siapapun yang membutuhkan bisa mendapatkan bantuan. tapi apa salahnya kita jangan juga buat sistem pendidikan yang bisa diakses oleh semua orang, gini caranya: kita bikin sistem pendidikan yang lebih terbuka dan inklusif, sehingga siapa pun bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar tanpa harus memikirkan uang.
 
Gak bisa dipungkiri, kalau kita lihat dari kasus bocah SD itu, pasti akan terpesona oleh kebaikan hati ibu dia yang masih berusaha menyelamatkan anaknya yang sudah meninggal. tapi apa yang ingin kita ambil dari kasus ini adalah, bagaimana kita bisa mendukung anak-anak muda seperti itu? Kita harus bisa memahami bahwa mereka juga memiliki kebutuhan dan rasa yang sama seperti kita sendiri. kita tidak bisa hanya berbicara tentang kemajuan ekonomi atau sesekolahan saja, tapi harus juga perhatikan tentang kepentingan sosial dan keamanan anak-anak.

Menteri Mensesneg itu benar-benar membuat kesadaran di kalangan kita semua, tapi mungkin perlu juga kita menambahkan komitmen kita untuk melakukan perubahan dari dalam. Jangan hanya berbicara tentang kasus-kasus seperti ini, tapi tindakan nyata yang bisa membantu anak-anak seperti itu.
 
Saya senang sekali pemerintah berhati-hati menghadapi kasus ini, tapi bagaimana kalau di sini kita harus memikirkan bagaimana cara menyebarkan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan kepedulian sosial? Saya rasa tidak cukup hanya menyalurkan bantuan saja, tapi juga perlu kita memberikan contoh bahwa kita peduli dengan anak-anak kita. Mungkin kita bisa mengadakan program-program yang berhubungan dengan pendidikan gratis dan menyebarkan kesadaran akan pentingnya pendidikan agar tidak ada lagi kasus seperti ini. 🤝💡
 
ini sangat berat di hati banget, 10 tahun kecil itu masih punya masa depan yang panjang, tapi karena kita tidak peduli, dia harus meninggalkan hidup... apalagi Rp10 ribu buku dan pena itu bisa ditanggung oleh siapa lagi? kita harus jadi lebih peduli dengan anak-anak kita, kita harus jaga agar mereka tidak merasa kesepian dan tidak ada kebutuhan dasar, apa lagi yang dibutuhkan lagi? 🤕
 
Pagi, aku pikir ini benar-benar kayak saat SMAku, aku masih ingat saat aku kebutuhan pena tapi ayah gak punya uang untuk membeli. Aku selalu pikir itu hanya aku yang harus menghadapi masalah ini, tapi sekarang aku melihat ada orang lain yang juga pernah melewati kesulitan itu. Aku pikir ini bukan sekedar kasus bocah SD tapi bukan kalau kita semua tidak peduli dengan nasibnya. Presiden Prabowo benar-benar berbicara dari hati, kita harus lebih peduli dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Kita harus bisa bayangkan diri sendiri dalam situasi seperti itu dan merasakan kesedihan keluarga korban 😔
 
kembali
Top