Indonesia kembali menandai sejarah di ajang SEA Games 2025, di mana kontingen negara mencatatkan pencapaian bersejarah sebagai runner-up. Dengan total 333 keping medali, Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir, menghancurkan rekor lima tahun terakhir dan menyamai pencapaian SEA Games 1995 Chiang Mai.
Tahun ini kembali menjadi raihan emas terbanyak bagi Indonesia sepanjang keikutsertaan di SEA Games luar negeri setelah edisi 1989 Kuala Lumpur, Malaysia, dengan 102 emas dan 91 di Manila, Filipina, dengan 92 emas. Peningkatan signifikan dilihat dari sisi jumlah emas maupun sebaran prestasi di berbagai cabang olahraga. Di ajang SEA Games 2023 Kamboja, Indonesia meraih 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu.
Atas capaian tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan atas perjuangan para peraih medali SEA Games 2025 Thailand dengan penyaluran bonus kepada atlet dan pelatih yang menangani kompetisi. Bonus ini merupakan jumlah bonus tertinggi sepanjang sejarah yang diberikan pemerintah kepada peraih emas SEA Games. Nilai bonus untuk peraih emas ini adalah Rp1 miliar, dua kali lipat dari SEA Games sebelumnya di Kamboja, dimana pemerintah menghadiahkan Rp500 juta.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menyalurkan bonus tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga. Bonus ini diberikan kepada atlet perorangan sebesar Rp1 miliar, perak Rp315 juta dan perunggu Rp157,5 juta. Sementara itu, atlet ganda menerima bonus Rp800 juta untuk emas, Rp252 juta untuk perak dan Rp126 juta untuk perunggu. Atlet beregu mendapatkan bonus Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak dan Rp110,25 juta untuk perunggu.
Selain atlet, apresiasi juga diberikan kepada pelatih dengan rincian pelatih atlet perorangan atau ganda memperoleh bonus Rp300 juta untuk medali emas, Rp126 juta untuk perak dan Rp63 juta. Adapun pelatih beregu menerima bonus Rp400 juta bagi peraih emas, Rp189 juta untuk perak dan Rp94,5 juta. Khusus bagi pelatih yang menangani perolehan medali kedua dan seterusnya, bonus diberikan sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp63 juta untuk perak dan Rp31,5 juta.
Dengan penyaluran bonus ini, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menyampaikan bahwa bonus merupakan apresiasi negara terhadap jasa para atlet dan pelatih yang telah memberikan upaya terbaiknya dalam menjalankan tugas mulia membela martabat bangsa di kancah olahraga. Bonus ini juga menjadi motivasi agar kontingen merah putih terlecut kembali mempersembahkan medali emas pada ajang multievent lainnya termasuk Asian Games 2026.
Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), berharap apresiasi yang diberikan negara dapat menjadi penyemangat bagi para atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan prestasi ke depan. BRI telah menjadi bank penyalur bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi, menunjukkan dukungan BRI sebagai bank milik negara dalam memastikan apresiasi negara kepada atlet dan pelatih dapat tersalur secara efektif.
Dalam upaya mendukung kemajuan olahraga nasional dan prestasi para atlet Tanah Air, BRI juga menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan bertema "Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes" dengan menandatangani langsung perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial ternama di Indonesia yakni Prita Ghozie.
Tahun ini kembali menjadi raihan emas terbanyak bagi Indonesia sepanjang keikutsertaan di SEA Games luar negeri setelah edisi 1989 Kuala Lumpur, Malaysia, dengan 102 emas dan 91 di Manila, Filipina, dengan 92 emas. Peningkatan signifikan dilihat dari sisi jumlah emas maupun sebaran prestasi di berbagai cabang olahraga. Di ajang SEA Games 2023 Kamboja, Indonesia meraih 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu.
Atas capaian tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan atas perjuangan para peraih medali SEA Games 2025 Thailand dengan penyaluran bonus kepada atlet dan pelatih yang menangani kompetisi. Bonus ini merupakan jumlah bonus tertinggi sepanjang sejarah yang diberikan pemerintah kepada peraih emas SEA Games. Nilai bonus untuk peraih emas ini adalah Rp1 miliar, dua kali lipat dari SEA Games sebelumnya di Kamboja, dimana pemerintah menghadiahkan Rp500 juta.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menyalurkan bonus tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga. Bonus ini diberikan kepada atlet perorangan sebesar Rp1 miliar, perak Rp315 juta dan perunggu Rp157,5 juta. Sementara itu, atlet ganda menerima bonus Rp800 juta untuk emas, Rp252 juta untuk perak dan Rp126 juta untuk perunggu. Atlet beregu mendapatkan bonus Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak dan Rp110,25 juta untuk perunggu.
Selain atlet, apresiasi juga diberikan kepada pelatih dengan rincian pelatih atlet perorangan atau ganda memperoleh bonus Rp300 juta untuk medali emas, Rp126 juta untuk perak dan Rp63 juta. Adapun pelatih beregu menerima bonus Rp400 juta bagi peraih emas, Rp189 juta untuk perak dan Rp94,5 juta. Khusus bagi pelatih yang menangani perolehan medali kedua dan seterusnya, bonus diberikan sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp63 juta untuk perak dan Rp31,5 juta.
Dengan penyaluran bonus ini, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menyampaikan bahwa bonus merupakan apresiasi negara terhadap jasa para atlet dan pelatih yang telah memberikan upaya terbaiknya dalam menjalankan tugas mulia membela martabat bangsa di kancah olahraga. Bonus ini juga menjadi motivasi agar kontingen merah putih terlecut kembali mempersembahkan medali emas pada ajang multievent lainnya termasuk Asian Games 2026.
Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), berharap apresiasi yang diberikan negara dapat menjadi penyemangat bagi para atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan prestasi ke depan. BRI telah menjadi bank penyalur bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi, menunjukkan dukungan BRI sebagai bank milik negara dalam memastikan apresiasi negara kepada atlet dan pelatih dapat tersalur secara efektif.
Dalam upaya mendukung kemajuan olahraga nasional dan prestasi para atlet Tanah Air, BRI juga menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan bertema "Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes" dengan menandatangani langsung perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial ternama di Indonesia yakni Prita Ghozie.