Presiden Prabowo Subianto akan melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi strategis nasional di bulan Januari mendatang. Proyek-proyek tersebut merupakan tahap awal dari program hilirisasi yang berlanjut hingga Maret 2026. Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, rangkaian groundbreaking itu diharapkan mencakup sekitar 18 proyek.
Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan agenda peletakan batu pertama pada Februari dan Maret guna menyelesaikan seluruh proyek yang telah direncanakan. Salah satu proyek yang akan mulai dibangun adalah gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME). Proyek ini sebelumnya sempat tertunda setelah beberapa kali gagal direalisasikan.
Selain DME, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) atau waste to energy juga menjadi prioritas. Prasetyo menyebut proyek ini akan dibangun di 34 titik kabupaten dan kota dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Pemerintah berharap proyek PLTsa dapat menjadi solusi penanganan sampah di daerah sekaligus mendukung penyediaan energi alternatif. Prasetyo juga menambahkan bahwa proyek hilirisasi lainnya akan menyasar sektor pertanian dan perikanan, termasuk pembangunan kampung nelayan serta pembuatan kapal tangkap ikan.
Proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi sebelum proyek-proyek tersebut dapat menjadi kenyataan.
Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan agenda peletakan batu pertama pada Februari dan Maret guna menyelesaikan seluruh proyek yang telah direncanakan. Salah satu proyek yang akan mulai dibangun adalah gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME). Proyek ini sebelumnya sempat tertunda setelah beberapa kali gagal direalisasikan.
Selain DME, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) atau waste to energy juga menjadi prioritas. Prasetyo menyebut proyek ini akan dibangun di 34 titik kabupaten dan kota dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Pemerintah berharap proyek PLTsa dapat menjadi solusi penanganan sampah di daerah sekaligus mendukung penyediaan energi alternatif. Prasetyo juga menambahkan bahwa proyek hilirisasi lainnya akan menyasar sektor pertanian dan perikanan, termasuk pembangunan kampung nelayan serta pembuatan kapal tangkap ikan.
Proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi sebelum proyek-proyek tersebut dapat menjadi kenyataan.