Diklat PPIH Arab Saudi 2026 dibekali pengetahuan bahasa Arab, jadi kemampuannya menjadi lebih kuat. Penyelenggaraan haji dan umrah harusnya memiliki komunikasi yang efektif dengan pihak ketiga demi melayani jemaah yang akan tiba di Arab Saudi. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menyatakan itu. Gus Irfan mengatakan, pengetahuan bahasa arab adalah hal penting dalam diklat kali ini.
Pengetahuan bahasa arab diberikan kepada petugas penyelenggaraan ibadah haji Arab Saudi sekitar 1.500-an orang. Mereka akan memperoleh berbagai materi, seperti kedisiplinan dan baris-berbaris, mekanisme pelayanan jemaah serta alur operasional di Arab Saudi. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pelatihan bahasa arab untuk memudahkan komunikasi dengan masyarakat di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo menyatakan bahwa diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petugas penyelenggaraan haji arab saudi. Diklat kali ini akan membantu memperkuat pelayanan kepada jemaah yang akan datang di Arab Saudi.
Pengetahuan bahasa arab diberikan kepada petugas penyelenggaraan ibadah haji Arab Saudi sekitar 1.500-an orang. Mereka akan memperoleh berbagai materi, seperti kedisiplinan dan baris-berbaris, mekanisme pelayanan jemaah serta alur operasional di Arab Saudi. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pelatihan bahasa arab untuk memudahkan komunikasi dengan masyarakat di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo menyatakan bahwa diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petugas penyelenggaraan haji arab saudi. Diklat kali ini akan membantu memperkuat pelayanan kepada jemaah yang akan datang di Arab Saudi.