Pemerintah Kota Pekanbaru bergerak cepat untuk mengatasi ancaman bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem yang berkepanjangan. Wakil Wali Kota, Markarius Anwar, menyatakan bahwa penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) merupakan langkah vital dalam mencegah risiko banjir dan bencana lainnya di ibukota Riau.
Menurutnya, Pemko Pekanbaru telah melakukan intervensi mitigasi yang serius untuk mengurangi resiko banjir. Ada normalisasi drainase, pembangunan irigasi, dan peningkatan kesiapsiagaan di level operasional. Aparat gabungan, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan instansi pemerintah kota, telah menyatakan kesiapsiagaan penuh untuk menghadapi potensi bencana.
Wakil Wali Kota juga menegaskan bahwa Pemko Pekanbaru berkomitmen dalam memperkuat koordinasi antar-instansi dan stakeholder untuk menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana telah diperkuat dan siap menghadapi potensi curah hujan tinggi hingga Desember nanti.
Kondisi cuaca ekstrem yang berkepanjangan di Riau memang menjadi ancaman besar bagi masyarakat. Potensi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan risiko kebakaran rumah harus diwaspadai dan ditangani dengan serius. Oleh karena itu, Pemko Pekanbaru berupaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Dengan demikian, perlu dilakukan upaya yang lebih serius dalam meningkatkan ketahanan lahan dan lingkungan hidup di wilayah Pekanbaru. Upaya ini tidak hanya terkait dengan normalisasi drainase dan pembangunan irigasi, tetapi juga harus melibatkan masyarakat dan stakeholder untuk menjamin keselamatan dan keamanan mereka.
Menurutnya, Pemko Pekanbaru telah melakukan intervensi mitigasi yang serius untuk mengurangi resiko banjir. Ada normalisasi drainase, pembangunan irigasi, dan peningkatan kesiapsiagaan di level operasional. Aparat gabungan, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan instansi pemerintah kota, telah menyatakan kesiapsiagaan penuh untuk menghadapi potensi bencana.
Wakil Wali Kota juga menegaskan bahwa Pemko Pekanbaru berkomitmen dalam memperkuat koordinasi antar-instansi dan stakeholder untuk menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana telah diperkuat dan siap menghadapi potensi curah hujan tinggi hingga Desember nanti.
Kondisi cuaca ekstrem yang berkepanjangan di Riau memang menjadi ancaman besar bagi masyarakat. Potensi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan risiko kebakaran rumah harus diwaspadai dan ditangani dengan serius. Oleh karena itu, Pemko Pekanbaru berupaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Dengan demikian, perlu dilakukan upaya yang lebih serius dalam meningkatkan ketahanan lahan dan lingkungan hidup di wilayah Pekanbaru. Upaya ini tidak hanya terkait dengan normalisasi drainase dan pembangunan irigasi, tetapi juga harus melibatkan masyarakat dan stakeholder untuk menjamin keselamatan dan keamanan mereka.