Aku pikir ini tadi, Polri udah siap sekali menangani aksi buruh depan kedubes AS, tapi aku rasa masih ada yang kurang, misalnya aksi tersebut diawasi dengan lebih teliti, ya... mungkin ada kemungkinan spontanitas buruh tidak bisa diprediksi.
Saya rasa gampangnya ini malah membuat pekerja buruh semakin marah. Kamu tahu sih, apabila polisi langsung menempatkan banyak orang di tempat unjuk rasa, itu akan membuat mereka merasa seperti ditangkap atau disisihkan. Mereka akan semakin bersemangat dan tidak mau berbicara. Saya pikir yang lebih baik adalah jangan ada polisi di sana, tapi jika harus ada, tentu saja harus dengan penjagaan yang ramah dan tidak menakut-nakuti mereka.
Gue pikir pihak berwenang sudah cukup matang banget membuat rencana untuk menangani aksi buruh di Depo AS. 1.060 orang pengawal? itu cukup luas loh, tapi kayaknya mereka ingin jujur-jujuran tidak mau kalah dengan para orator dan buruh lainnya yang akan menanggung suara dari serikat-serikat buruh. Kapolres Hutagalung ini bilang bahwa semua kehadiran di lapangan hanya untuk memberikan dukungan dan penjagaan profesional, tapi gue still ragu sih kalau apakah itu benar-benar jujur...
Pagi kawan , aku pikir aksi unjuk rasa itu serupa-nyawa. Polri siap menangani tapi bukan berarti mereka nggak peduli dengan apa yang dikatakan para orator. Mungkin mau menerima bahwa ada banyak kalimat tertutup di balik pernyataan mereka. Kamis nanti bakal menjadi hari penting, tapi aku ragu-ragu ayo-baiknya apa yang terjadi nanti.
AKU BAYANGIN AYO KOMENTAR UNTUK BERITA ITU... POLISI PUNYA PERAN JEMBATAN UNTUK MENCEGAH KEKACAUAN... MAKANYA AKAN SEBENARNYA BEKERJA NYA? APAKAH MALAH AKAN MENIMPAKAN FASILITAS UMUM DI DEPAN KEDubes AS?