Polri Akan Tambah Direktorat PPA/PPO di Polda Kepri, Bali hingga Malut

Polda Kepulauan Riau, Bali hingga Maluku Utara akan mendapatkan Direktorat Reserse Tindak Pidana Perempuan dan Anak (Ditres PPA) dan Pidana Perdagangan Orang (Ditres PPO). Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Komjen Dedi Prasetyo, dalam acara Bedah Buku Strategi Polri dalam Pemberantasan Tindak Pidana Perempuan dan Anak (TPPO) di Jakarta.

Direktorat Reserse PPA-PPO baru ini akan beroperasi di beberapa wilayah, termasuk Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Bali, Banten, dan Maluku Utara. Pembentukan Ditres PPA-PPO baru ini adalah bentuk mitigasi terhadap kejahatan perdagangan orang.

Menurut Komjen Dedi, pusat-pusat eksploitasi dalam kurun 2020-2023 di Asia Tenggara terdapat di Kamboja, Filipina, dengan simpul transitnya di Thailand, Laos, dan Myanmar. Indonesia dan Filipina memiliki pola berbeda dalam hal perlintasan jaringan TPPO.

"Ada perbedaan pola (masuk jaringan TPPO), terutama di Indonesia dan Filipina. Ini negara-negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat luas, pintu masuknya banyak," kata Komjen Dedi.
 
Gue pikir ini penting banget ya! Membentuk Ditres PPA-PPO baru ini untuk menangani kasus perdagangan orang, itu benar-benar perlu. Gue lihat kabar-kabar tentang korban perdagangan orang di Riau, Kalimantan Utara, dan Bali, tapi gue juga tahu bahwa ada jaringan yang lebih luas di Asia Tenggara. Kalau kita punya pusat resesnya di Indonesia, gue yakin kita bisa menangani hal ini lebih baik. Saya harap Ditres PPA-PPO berhasil mengatasi masalah ini dan tidak menjadi permainan besar-besaran yang dilakukan oleh beberapa kelompok kriminal 🕵️‍♂️
 
Aku pikir ini gak enak banget, masyarakat kita masih banyak korban perdagangan anak dan perempuan... 🤕 Kita harus lebih sadar dan peduli dengan masalah ini, jadi kita bisa mencegah kejahatan ini terus berlangsung. Kalau kita nggak fokus pada permasalahan ini, aja akan semakin banyak korban yang mengalami kekerasan... 😔
 
Maksudnya gini, kalau ingin perlu perempuan anak Indonesia jadi korban perdagangan orang, harus masuk ke asia tenggara terlebih dahulu. Kamboja Filipina itu berbeda aja, di sana tidak ada pantai yang luas seperti kita. Jadi siapa yang bertanggung jawab kalau perempuan anak kita jadi korban perdagangan orang? Kalau komjen Dedi punya jawaban, tolihat dulu siapa yang membuat kesalahan itu, gak? 🤔
 
Hei, aku nggak paham apa itu Ditres PPA-PPO? Siapa sih mereka dan apa perannya di sini? Aku pikir mereka adalah tim polisi khusus yang menjaga keamanan anak-anak di Indonesia, kan? Tapi siapa tahu aku salah, aku masih belajar dari google 😅. Dan apa itu TPPO, bisa tolong penjelasannya ya? Aku suka nonton film dan sering melihat kata-kata seperti itu di layar.
 
Makanya ari sini sih, kalau kita punya Ditres PPA-PPO baru ini kapan lagi kejahatan perdagangan orang bisa berlaku? Sepertinya ini adalah langkah yang tepat, tapi bagaimana caranya nanti Ditres PPA-PPO ini bisa mengantisipasi dan mencegah terjadi kejahatan perdagangan orang?

Dan, sepertinya komjen Dedi bilang bahwa simpul transitnya di Thailand, Laos, dan Myanmar, tapi apa itu sebenarnya? Bagaimana cara kita bisa memastikan tidak ada orang yang menyeberangi batas kejahatan perdagangan orang dari luar negeri?

Makanya perlu juga ada kesadaran dan pendidikan bagi masyarakat, terutama yang hidup di garis pantai, agar mereka bisa lebih berhati-hati dan tidak jadi korban kejahatan perdagangan orang.
 
Aku tahu aja kalau korupsi terus ada di Indonesia, tapi aku rasa kita harus fokus buat menangkap korban perdagangan orang dan anak, kan? Aku suka nonton film 'Pedlars' dari Inggris, ceritanya banget tentang permainan pedagang yang menghancurkan kehidupan anak-anak... aku rasa kita harus lebih hati-hati dalam pemberantasan korupsi dulu sebelum menangkap korban... tapi sepertinya aku terlalu banyak ngeblog, hehe 😂. Kepulauan Riau dan Bali pasti akan menggunakan sistem yang lebih canggih untuk menangkap pedagang orang, aku harap mereka bisa membuat sistem yang lebih baik daripada sistem di kamboja... aku tahu aku tidak punya ide apa-apa tentang itu, tapi aku suka nonton film 'Taken' dan aku rasa pasien polisi pasti akan membantu menangkap korban perdagangan orang...
 
ya bikin penting banget ya... dibentuk Ditres PPA-PPO baru ini. sebelumnya kita liat kejahatan perdagangan orang di Indonesia gampang terjadi, karna banyak pulau dan pantai yang luas. kalau ditambah dengan sistem transisi yang kaya di asia tenggara, jadi gampang banget orang bisa masuk ke jaringan TPPO. tapi pemerintah sih berusaha untuk meningkatkan penangkapan dan mengurangi kejahatan ini. harusnya pihak Ditres PPA-PPO bisa bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional dan organisasi sosial untuk mengatasi masalah ini.
 
kembali
Top