Kepolisian menemukan tabung whip pink yang diperkirakan digunakan untuk memberi efek hiburan pada korban, selebgram Lula Lahfah. Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Iskandarsyah, tabung tersebut menjadi salah satu barang bukti yang menarik perhatian publik.
"Di sini ada barang-barang bukti yang tadi kita lihat, salah satunya adalah tabung pink. Tabung pink ini yang menjadi banyak polemik di masyarakat," ujar Iskandarsyah saat konferensi pers.
Pemeriksaan forensik menemukan profil DNA Lula pada tabung whip pink tersebut, yang diperkirakan digunakan untuk memberi efek hiburan pada korban. Profil DNA tersebut disimpulkan dari sentuhan Lula dengan tabung tersebut.
Lula Lahfah dikenal sebagai selebgram dengan lebih dari 2,7 juta pengikut dan lahir di Jakarta pada 17 Juli 1999. Ia juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan asisten rumah tangganya yang berinisial A.
Korban Lula ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di apartemennya di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Petugas keamanan merasa curiga karena kamar korban dalam kondisi terkunci, padahal berdasarkan keterangan saksi, korban masih dalam keadaan sakit dan baru pulang berobat pada malam sebelumnya.
Saksi kemudian meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu kamar korban. Setelah pintu terbuka, saksi menemukan Lula dalam posisi terlentang menyilang di atas kasur dengan berselimut putih.
"Di sini ada barang-barang bukti yang tadi kita lihat, salah satunya adalah tabung pink. Tabung pink ini yang menjadi banyak polemik di masyarakat," ujar Iskandarsyah saat konferensi pers.
Pemeriksaan forensik menemukan profil DNA Lula pada tabung whip pink tersebut, yang diperkirakan digunakan untuk memberi efek hiburan pada korban. Profil DNA tersebut disimpulkan dari sentuhan Lula dengan tabung tersebut.
Lula Lahfah dikenal sebagai selebgram dengan lebih dari 2,7 juta pengikut dan lahir di Jakarta pada 17 Juli 1999. Ia juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan asisten rumah tangganya yang berinisial A.
Korban Lula ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di apartemennya di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Petugas keamanan merasa curiga karena kamar korban dalam kondisi terkunci, padahal berdasarkan keterangan saksi, korban masih dalam keadaan sakit dan baru pulang berobat pada malam sebelumnya.
Saksi kemudian meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu kamar korban. Setelah pintu terbuka, saksi menemukan Lula dalam posisi terlentang menyilang di atas kasur dengan berselimut putih.