Viralnya video pedagang es kue menggunakan bahan spons membuat masyarakat was-was. Tapi, apa sebenarnya itu? Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan pengecekan dan hasilnya tidak menemukan adanya bahan-bahan berbahaya di dalam es kue tersebut.
AKBP Roby Saputra, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, mengungkap bahwa Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya telah melakukan pengecekan pada es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses. Sampel-sampel tersebut juga dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
Menurut dia, hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya bahan-bahan berbahaya di dalam es kue tersebut. "Itu enggak berbahaya. Hasil pemeriksaan kami sampai saat ini makanan-makanan yang dijual layak konsumsi," kata Roby.
Pedagang es kue yang diduga menggunakan bahan spons tersebut sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Pedagang tersebut menyatakan sudah sekitar 20 tahun menjajakan dagangan tersebut, yaitu sejak 2006. Tim penyidik juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok dan tidak menemukan adanya penggunaan bahan-bahan berbahaya.
Akhirnya, pedagang tersebut ditembak kembali ke rumahnya di Depok dan dipulangkan. Kepolisian juga memberikan penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan untuk pemeriksaan. Roby menyatakan bahwa harus dipahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan hariannya, namun kepolisian juga harus memastikan masyarakat terlindungi.
AKBP Roby Saputra, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, mengungkap bahwa Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya telah melakukan pengecekan pada es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses. Sampel-sampel tersebut juga dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
Menurut dia, hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya bahan-bahan berbahaya di dalam es kue tersebut. "Itu enggak berbahaya. Hasil pemeriksaan kami sampai saat ini makanan-makanan yang dijual layak konsumsi," kata Roby.
Pedagang es kue yang diduga menggunakan bahan spons tersebut sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Pedagang tersebut menyatakan sudah sekitar 20 tahun menjajakan dagangan tersebut, yaitu sejak 2006. Tim penyidik juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok dan tidak menemukan adanya penggunaan bahan-bahan berbahaya.
Akhirnya, pedagang tersebut ditembak kembali ke rumahnya di Depok dan dipulangkan. Kepolisian juga memberikan penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan untuk pemeriksaan. Roby menyatakan bahwa harus dipahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan hariannya, namun kepolisian juga harus memastikan masyarakat terlindungi.