Polisi Olah TKP Suami Bunuh Istri di Sukaraja Bogor

Dalam kejadian yang mengejutkan di Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, seorang wanita berinisial EN (51) tewas dengan luka di leher akibat peninjauan dari suaminya. Polisi menggelar olah TKP (Tindak Lanjut Kasus Pembunuhan) di lokasi kejadian.

Rumah yang menjadi lokasi pembunuhan telah ditempati oleh tim identifikasi Polres Bogor, yang mengecek dan memotret beberapa titik di luar dan dalam rumah. Garis polisi sudah dipasangi, dan gerbang rumah digembok. Di lokasi masih bercecer bekas darah korban yang mengering.

Sumber di lapangan mengatakan bahwa proses olah TKP disaksikan oleh ketua RT Tata Sunarta. Pelaku, suami korban, telah diamankan oleh polisi setelah kejadian dan saat ini sudah diserahkan ke Polres Bogor.

"Betul itu (dugaan pembunuhan), kejadiannya betul," kata Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman saat dimintai konfirmasi. Ia mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di kediaman anak korban pada Minggu malam lalu dan sudah melakukan olah TKP bersama Pamapta Polres Bogor.

Kapolsek menambahkan bahwa pelaku, suami korban, telah dibawa ke Polres Bogor dan sudah diamankan. Korban adalah seorang wanita berinisial EN yang tewas dengan luka di leher akibat peninjauan dari suaminya.
 
Aku sengaja aja tahu kalau pas pacar jadi gila, kan? Ngomong-ngomong aku rasa sama-sama tidak ada salahnya kalau pas pacar mau teken pernikahan lagi sih, tapi yang penting aku sedih deh kalau korban bule banget ini 😔. Aku tahu kalau kehidupan nyata kayak gitu aja, tapi gini kayaknya nggak enak diceritain 😉. Polisi nggak bisa ngeluhin apa sih, tapi aku sengaja rasa korban ini memang tidak berani mengambil alih hidupnya 🤯.
 
Gue rasanya ini trusai kasih sayang ya, apa lagi kalau korban adalah istri dari pria itu sendiri... Gue pikir ini perlu kita bayangkan, bagaimana rasanya jika kejahatan seperti ini terjadi pada diri sendiri atau orang yang gue cintai? Maka gue pikir penting buat kita berpikir untuk menghindari situasi seperti ini. Yang jelas, tidak ada bukti lain selain pengakuan pelaku dan bukti fisik yang ditemukan di tempat kejadian...
 
Gue pikir si EN itu kayaknya udah beres aja, siapa nih yang nggak sabar-sabaran kalo suami-nye tadi jalan-jalan sama kenangan masa lalunya? Tapi ternyata justru bukannya itu. Gue pernah lihat film2 drama kaya ari itu, tapi gue pikir si EN itu kayaknya udah bisa mengatasi masalahnya sendiri. Nah, jadi kejadian ini yang bikin kita penasaran, apa sih yang membuat suami-nye ngerasa harus menindaklanjut kasus pembunuhannya? 🤔
 
[Image of a person looking shocked with a red "X" mark over their head 🤯]

[ GIF of a woman running away from a man, with a bold font saying "DAPATKAN KEBAHASAAN" ]

[Image of a broken heart with a police tape around it 💔]

[ GIF of a person being arrested, with a caption "AKU BUKAN PILIHANNYA!" ]
 
Gak bisa dianya aja, tapi kalau suami korban udah dibawa ke Polres dan sudah diamankan, ngapain lagi polisi yang masih ngerasa gugup? Udah ada bukti, udah ada pelaku, kenapa lagi polisi harus terus sibuk-sibuk? Belum usaha sama korban keluarga atau tidak?
 
Maksudnya, apa itu gini kalau suami korban membunuh istrinya sendiri? Mereka bilang olah TKP (tindak lanjut kasus pembunuhan) tapi apa artinya sih? Apa yang harus dilakukan orang lain di sini? Korban itu sudah mati, toh bagaimana dia bisa membantu? Aku pikir gini, kalau suami korban ini benar-benar membunuh istrinya sendiri, dia harus dipanggil ke pengadilan dan harus diperiksa siapa nanti yang akan mengurus anak-anaknya.
 
Pagi ini aku lagi cari tahu apa kabar dari kasus pembunuhan di Sukaraja, Bogor... Aku rasa terlalu sering kejadian pembunuhan pasangan di Indonesia kan? Seperti siapa yang bisa mengontrol diri sendiri, tapi ternyata tidak bisa. Aku pikir mungkin ada masalah lain yang bikin mereka begitu marah, tapi aku nggak bisa dipastikan... Aku rasa pemerintah harus melakukan hal apa aja untuk mencegah hal ini terjadi lagi?
 
Maksudnya apa sih ini... korban mati karena peninjauan suaminya? Tapi, apa sumber dari informasi tersebut? Mau tahu bagaimana cara identifikasi kebenaran yang benar? Polisikasus pembunuhan biasanya ada proses yang panjang dan kompleks. Berapa lama sampai saat ini polisi sudah berusaha menemukan pelaku? Apakah ada bukti fisik yang cukup untuk membuktikan bahwa suami korban adalah pelaku?

Saya juga penasaran, apa kewajiban dari RT Tata Sunarta dalam menyaksikan proses olah TKP? Apakah mereka telah melakukan tindakan yang tepat untuk memberikan informasi yang benar kepada pihak berwenang? Dan apa yang akan terjadi dengan suami korban yang sudah diamankan? Akan dihukum apa pun?
 
Gue rasanya kalau gini bukan mainan sih, suami korban itu serius-seriusnya bisa nggak tekan korban sampai mati 🤕. Aku rasa perlu dijadikan contoh bagaimana pentingnya komunikasi yang baik dalam hubungan pasangan. Mungkin kalau suami korban itu sudah ada yang bawa dia ke klinik atau dokter, gue rasanya tidak akan terjadi hal ini 😔.
 
apakah tahu pas suami korban ini udah dibawa ke pengadilan? aku pikir kalau korban itu bukan lagi hidup, jadi apa yang harus dilakukan ya? ada yang tahu tentang pamapta polres bogor itu? sepertinya ada keterlibatan mereka di kasus ini. dan kan suami korban itu udah diamankan, tapi kenapa korban itu tidak bisa bergerak?
 
Gak bisa percaya apa yang terjadi di Sukaraja, Bogor! 🤯 Korbannya itu kayaknya dibunuh oleh suaminya sendiri, tapi kenapa harus seperti ini? 🤕 Setahu aku, teknologi canggih bisa membantu mencegah hal seperti ini. Misalnya, bisa ada aplikasi deteksi kekerasan atau sistem pengawasan rumah yang bisa mendeteksi ketika ada benda berbahaya di tempat tinggal. 📱🔍 Atau mungkin bisa ada aplikasi yang bisa membantu korban keluar dari situasi yang sulit dengan cara yang aman, seperti aplikasi ' emergency exit'. 🌟 Betul, teknologi bisa membantu kita menjadi lebih baik! 💻
 
Wah kenyataannya nih... 1 orang korban yang mati itu karena di pegang ketat oleh suami sendiri, kan? Statistik kasus pembunuhan pasangan hidup di Indonesia ada banget, tapi kabar baiknya adalah banyak kasus seperti ini bisa dihindari dengan bantuan konseling. Menurut data BPS 2022, tingkat kematian pernikahan di Indonesia sudah turun dari 6,3 pada tahun 2005 menjadi 4,8 pada tahun 2019 😔. Tetapi masih ada peningkatan kasus kekerasan pasangan hidup, terutama di kalangan muda-mudi dan remaja. Menurut laporan Kementerian Hukum dan HAM 2022, 44,6% dari korban kekerasan pasangan hidup berusia antara 15-24 tahun 🤕.
 
Makasih diterimanya kabar ini... Nanti aku rasa harus berhati untuk semua perempuan, jangan sampai ada lagi yang terluka seperti korban ini... Aku masih ingat kakek aku, dia selalu bilang "kebaikan adalah tanggung jawab kita semua" 😔. Saya harap suami korban bisa menghadapi konsekuensi dari tindakannya... tapi nanti bagaimana caranya jika suami sudah tidak punya hati untuk memaafkan dirinya? 🤕.
 
kembali
Top