Pramugari Batik Air Gadungan di Soetta, Apa Itu Kronologinya?
Kemarin malam, seorang pramugari gadungan maskapai Batik Air punah lagi menggoyangkan kaca depan pesawatnya. Perempuan bernama Khairun Nisa, yang dipertimbangkan sebagai korban penipuan, ditemukan berpakaian seperti seragam pramugari Batik Air di dalam pesawat rute Palembang - Jakarta.
Menurut Kasie Humas Soekarno-Hatta (Soetta), Ipda Septian, Khairun Nisa dipertemukan oleh Kru Pesawat Batik Air karena seragamnya mirip dengan yang dikeluarkan oleh PT Lion Grup. Setelah itu, dia dilaporkan kepada Avsec dan dilakukan proses penurunan penumpang, kemudian dibawa ke Kantor Polres Kota Bandara Soetta.
Kasatreskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, menyatakan bahwa Khairun Nisa mendapatkan seragam itu dari seorang yang dikenalnya dan menjanjikan akan membantu dia mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari. Dia juga telah memberitahukan kepada orang tuanya atas pekerjaan pramugari yang disebut sudah didapatkannya.
Kronologinya, seperti diungkapkan Yandri, adalah seperti ini: Khairun Nisa mengaku telah mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari dan memberitahu orang tuanya. Kemudian, dia kemudian bertemu dengan seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang. Semua yang diarahkan oleh pelaku penipuan itu diikuti Khairun Nisa hingga akhirnya disadari bahwa dia menjadi korban penipuan.
Kronologinya pun, seperti diungkapkan Yandri, adalah seperti ini: Khairun Nisa memasukkan uang sebesar Rp30 atau Rp40 juta untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari. Setelah itu, dia memutuskan untuk melepas seragam itu jika sudah sampai di bandar tujuan.
Kemarin malam, seorang pramugari gadungan maskapai Batik Air punah lagi menggoyangkan kaca depan pesawatnya. Perempuan bernama Khairun Nisa, yang dipertimbangkan sebagai korban penipuan, ditemukan berpakaian seperti seragam pramugari Batik Air di dalam pesawat rute Palembang - Jakarta.
Menurut Kasie Humas Soekarno-Hatta (Soetta), Ipda Septian, Khairun Nisa dipertemukan oleh Kru Pesawat Batik Air karena seragamnya mirip dengan yang dikeluarkan oleh PT Lion Grup. Setelah itu, dia dilaporkan kepada Avsec dan dilakukan proses penurunan penumpang, kemudian dibawa ke Kantor Polres Kota Bandara Soetta.
Kasatreskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, menyatakan bahwa Khairun Nisa mendapatkan seragam itu dari seorang yang dikenalnya dan menjanjikan akan membantu dia mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari. Dia juga telah memberitahukan kepada orang tuanya atas pekerjaan pramugari yang disebut sudah didapatkannya.
Kronologinya, seperti diungkapkan Yandri, adalah seperti ini: Khairun Nisa mengaku telah mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari dan memberitahu orang tuanya. Kemudian, dia kemudian bertemu dengan seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang. Semua yang diarahkan oleh pelaku penipuan itu diikuti Khairun Nisa hingga akhirnya disadari bahwa dia menjadi korban penipuan.
Kronologinya pun, seperti diungkapkan Yandri, adalah seperti ini: Khairun Nisa memasukkan uang sebesar Rp30 atau Rp40 juta untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari. Setelah itu, dia memutuskan untuk melepas seragam itu jika sudah sampai di bandar tujuan.