Pramugari Batik Air Gadungan di Soetta, Kenapa Dia Menjelajahi Pekerjaan itu?
Saat ini berbagai kasus penipuan yang mengguncang hati masyarakat. Salah satunya adalah korban penipu dari pramugari Batik Air di Soetta.
Khairun Nisa, perempuan yang merupakan korban penipu tersebut, dipertanyakan untuk menjalani tindak-tanduk hukum terkait kasus tersebut. Menurut Kasie Humas Polisi Bandara Soetta, Ipda Septian, saat ini Khairun Nisa sudah di proses penurunan ke dalam penumpang dan dibawa ke Kantor Polres Kota Bandara Soetta.
Lebih lanjut, Kasatreskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono mengatakan, dari keterangan Khairun Nisa, dia mendapatkan seragam itu dari seorang yang dikenalnya dan menjanjikan akan membantu mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari. Dia pun telah memberitahukan kepada orang tuanya atas pekerjaan pramugari yang disebut sudah didapatkannya.
"Dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Nah, kemudian datanglah ke Jakarta dia. Di Jakarta dia ketemu seseorang yang kemudian menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang," ujar Kompol Yandri.
Kemudian, semuanya diikuti Khairun Nisa hingga akhirnya disadari bahwa dia menjadi korban penipuan. Karena sudah terlanjur memberitahukan orang tuanya, kata dia, Khairun Nisa merasa malu tetap menggunakan seragam yang diberikan pelaku penipuan itu dan mengunggahnya di media sosial.
Pada saat pulang kemarin dan di medsosnya dia juga berbagi informasi untuk mengetahui apakah hal tersebut benar atau tidak. Keluarganya tahu dia memang benar pramugari. Iya, pada dasarnya di awal dia korban tuh. Dia mau masuk pramugari menyerahkan uang sebesar Rp30 atau Rp40 juta.
Saat ini, penanganan kasus tersebut masih berlangsung.
Saat ini berbagai kasus penipuan yang mengguncang hati masyarakat. Salah satunya adalah korban penipu dari pramugari Batik Air di Soetta.
Khairun Nisa, perempuan yang merupakan korban penipu tersebut, dipertanyakan untuk menjalani tindak-tanduk hukum terkait kasus tersebut. Menurut Kasie Humas Polisi Bandara Soetta, Ipda Septian, saat ini Khairun Nisa sudah di proses penurunan ke dalam penumpang dan dibawa ke Kantor Polres Kota Bandara Soetta.
Lebih lanjut, Kasatreskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono mengatakan, dari keterangan Khairun Nisa, dia mendapatkan seragam itu dari seorang yang dikenalnya dan menjanjikan akan membantu mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari. Dia pun telah memberitahukan kepada orang tuanya atas pekerjaan pramugari yang disebut sudah didapatkannya.
"Dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Nah, kemudian datanglah ke Jakarta dia. Di Jakarta dia ketemu seseorang yang kemudian menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang," ujar Kompol Yandri.
Kemudian, semuanya diikuti Khairun Nisa hingga akhirnya disadari bahwa dia menjadi korban penipuan. Karena sudah terlanjur memberitahukan orang tuanya, kata dia, Khairun Nisa merasa malu tetap menggunakan seragam yang diberikan pelaku penipuan itu dan mengunggahnya di media sosial.
Pada saat pulang kemarin dan di medsosnya dia juga berbagi informasi untuk mengetahui apakah hal tersebut benar atau tidak. Keluarganya tahu dia memang benar pramugari. Iya, pada dasarnya di awal dia korban tuh. Dia mau masuk pramugari menyerahkan uang sebesar Rp30 atau Rp40 juta.
Saat ini, penanganan kasus tersebut masih berlangsung.