Bripda MF, 25 tahun, ditemukan tak bernyawa di kebun Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Polisi diduga membunuh diri akibat tidak mendapatkan restu dari orang tuanya karena cinta asmara yang berbeda agama.
Ternyata, penyebab kematian Bripda MF adalah tekanan mental berat karena hubungan asmara yang tidak mendapatkan restu dari orang tuanya. Keluarga korban menolak melakukan autopsi terhadapnya karena tak ingin melihat sisi kegelapan di dalam tubuh sang anak.
Pemeriksaan dilakukan dan saksi-saksi diperiksa untuk mengungkap penyebab kematian Bripda MF. Saksi-saksi tersebut menyatakan bahwa korban mengalami tekanan mental berat akibat hubungan asmara yang tidak mendapatkan restu dari orang tuanya, karena perbedaan agama.
Ternyata, kejadian ini bermula saat korban bersama dua rekannya pergi menginap di rumah kebun milik orang tuanya. Saat itu, korban dan saksi lainnya masih melanjutkan karaoke setelah Haerul meninggalkan lokasi.
Setelah itu, Bripda MF menerima panggilan telepon dari kekasihnya dan pembicaraan mereka terdengar oleh saksi terkait kekecewaan korban akan hubungan asmaranya. Dari keterangan saksi tersebut, terungkap bahwa korban mengalami tekanan mental berat akibat hubungan asmara yang tidak mendapatkan restu dari orang tuanya, karena perbedaan agama.
Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan. Pihak polisi memastikan bahwa kasus tersebut murni terkait hubungan asmara korban dengan kekasihnya.
Ternyata, penyebab kematian Bripda MF adalah tekanan mental berat karena hubungan asmara yang tidak mendapatkan restu dari orang tuanya. Keluarga korban menolak melakukan autopsi terhadapnya karena tak ingin melihat sisi kegelapan di dalam tubuh sang anak.
Pemeriksaan dilakukan dan saksi-saksi diperiksa untuk mengungkap penyebab kematian Bripda MF. Saksi-saksi tersebut menyatakan bahwa korban mengalami tekanan mental berat akibat hubungan asmara yang tidak mendapatkan restu dari orang tuanya, karena perbedaan agama.
Ternyata, kejadian ini bermula saat korban bersama dua rekannya pergi menginap di rumah kebun milik orang tuanya. Saat itu, korban dan saksi lainnya masih melanjutkan karaoke setelah Haerul meninggalkan lokasi.
Setelah itu, Bripda MF menerima panggilan telepon dari kekasihnya dan pembicaraan mereka terdengar oleh saksi terkait kekecewaan korban akan hubungan asmaranya. Dari keterangan saksi tersebut, terungkap bahwa korban mengalami tekanan mental berat akibat hubungan asmara yang tidak mendapatkan restu dari orang tuanya, karena perbedaan agama.
Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan. Pihak polisi memastikan bahwa kasus tersebut murni terkait hubungan asmara korban dengan kekasihnya.