Polisi Bongkar Markas Judol di Tabanan, 35 WN India Tersangka

Akhirnya kasus markas judol di Bali bisa selesai 🙌. Aku rasa polda bali keren banget sama cara mereka menangkap para pelaku. tapi aku juga pernah bergabung dengan forum online yang sama, yaitu disana aku sengaja membalas komentar dari salah satu admin platform tersebut 😒. aku nggak paham siapa dia bisa membalas komentarku dengan cara itu, dan aku rasa mereka jadi kurang profesional banget 🤦‍♂️. dan kalau kita lihat kasus ini, ternyata ada 35 warga negara India yang dicurigai melakukan markas judol online, tapi di forum online aku pernah melihat banyak komentar dari warga negara India yang menyerukah dan tidak punya sumber daya untuk bekerja 🤕. mungkin mereka jadi korban dari situs judi online yang ada di Bali ini...
 
Wow 🤯 ini kasusnye sih pengguna internet asing yang jadi penipu online 🤑 di Bali! Interesting cara kerjanya, mereka pakai situs judol dan VPN untuk menyembunyikan identitas mereka 😂. Dan yang beda, mereka juga menawarkan gaji kepada kawan-kawannya di India 🤝.
 
aku tahu aja siapa yang bilang kalau Indonesia udah menjadi negara terbesar di Asia Tenggara... tapi sebenarnya, kalau kita lihat dari kasus markas judol online ini, aku rasa ada sedikit keraguan. 35 orang warga negara India ditangkap karena curigai melakukan promosi situs judl? apakah benar-benar semua mereka bersalah? aku pikir mungkin ada yang tidak jelas di balik kasus ini... seperti siapa yang memimpin mereka, dan bagaimana mereka bisa dipilih untuk menjadi admin dan telemarketing? aku juga penasaran dengan penggunaan VPN dan bank India dalam transaksi... tapi aku rasa itu ada yang tidak terbayangkan.
 
Gue lihat kasus ini masih nggak sempurna kan? Siapa bilang aja para warga negara India itu jujur? Mungkin mereka punya alibi kan? Dan siapa bilang gede atau tidak gede sih? Gue pikir polisi harus cari bukti yang lebih kuat lagi 🤔
 
🙄 Aku jujur bingung kalau gini bisa terjadi di Bali. 39 orang warga negara India dicuri dengan rahasia dan sekarang semua kena tangkap karena curang aja. Makanya aku pikir ini kasus yang tidak masuk akal. Siapa tahu kawan, mungkin ada yang terlibat dalam hal ini yang benar-benar tidak mengetahui apa yang mereka lakukan. Tapi siapa yang berani mengatakan itu? 🤔

Aku juga penasaran kenapa gini saja bisa terjadi di Bali. Apakah kita tidak sudah saksikan kasus-kasus yang serupa sebelumnya? Tapi semuanya hanya dikuburkan dan tidak ada yang tiba-tiba bicara soal hal ini. Mungkin karena kita masih banyak orang yang takut bicara soal topik ini, atau mungkin karena orang-orang yang terlibat benar-benar tidak ingin dibicarakan.

Aku rasa ini kasus yang perlu kita bahas lebih dalam, kawan. Bagaimana caranya kita bisa mencegah hal seperti ini dari terjadi lagi? Maukah kita boleh membiarkan orang-orang yang sering berbohong dan curang untuk terus berlaku bebas? 🤷
 
kembali
Top