Korban Bunuh Diri Sebelum Tewas karena Ayah Tiri Janjikan Mainan dan Makanan
Rumah ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho yang menjadi korban bunuh diri pada minggu lalu, saat ini menjadi kejutan bagi banyak orang. Meskipun dikenal sebagai ayah tiri yang tidak pernah ada di sekitar Alvaro, namun Alex Iskandar itu malah membawa kerusakan besar kepada keluarga Alvaro.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan bahwa saat ini ada hubungan antara Alex dan Alvaro karena sudah kenal sejak lama. Namun, dalam kesempatan itu Alex menjanjikan akan membawa mainan dan makanan bersama-sama. Janji tersebut yang malah membuat Alvaro ikut pergi.
Di tempat yang dijanjikan, Alex kemudian mengajak Alvaro ke rumahnya dengan dalih ingin mandi terlebih dulu. Di rumah itu, Alvaro rewel dan menangis karena mainan yang dijanjikan tidak dibelikan, sehingga malah membawa kecemasan pada ayah tiri tersebut.
Saat itu, Alex kemudian membekap dan mencekik Alvaro hingga korban meninggal dunia. Setelah Alvaro mati, Alex menjadi panik dan mencoba untuk menghilangkan perilaku bengisnya yang menewaskan korban. Ia sempat mencari tas dan kantong plastik sampah hitam, namun kemudian malah membelinya.
Setelah itu, Alex meletakan kantong plastik berisi jasad Alvaro di garasi tiga hari. Selanjutnya, karena mulai membusuk, ia memutuskan untuk membuang plastik berisi jasad Alvaro ke Tenjo. Dalam kasus ini, Alex dinyatakan sebagai tersangka karena bunuh diri tersebut.
Korban ini kemudian ditemukan meninggal dunia dan sudah menjadi kerangka setelah delapan bulan dari peristiwa bermula saat Alvaro izin untuk melaksanakan salat Maghrib di masjid dekat rumahnya.
Rumah ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho yang menjadi korban bunuh diri pada minggu lalu, saat ini menjadi kejutan bagi banyak orang. Meskipun dikenal sebagai ayah tiri yang tidak pernah ada di sekitar Alvaro, namun Alex Iskandar itu malah membawa kerusakan besar kepada keluarga Alvaro.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan bahwa saat ini ada hubungan antara Alex dan Alvaro karena sudah kenal sejak lama. Namun, dalam kesempatan itu Alex menjanjikan akan membawa mainan dan makanan bersama-sama. Janji tersebut yang malah membuat Alvaro ikut pergi.
Di tempat yang dijanjikan, Alex kemudian mengajak Alvaro ke rumahnya dengan dalih ingin mandi terlebih dulu. Di rumah itu, Alvaro rewel dan menangis karena mainan yang dijanjikan tidak dibelikan, sehingga malah membawa kecemasan pada ayah tiri tersebut.
Saat itu, Alex kemudian membekap dan mencekik Alvaro hingga korban meninggal dunia. Setelah Alvaro mati, Alex menjadi panik dan mencoba untuk menghilangkan perilaku bengisnya yang menewaskan korban. Ia sempat mencari tas dan kantong plastik sampah hitam, namun kemudian malah membelinya.
Setelah itu, Alex meletakan kantong plastik berisi jasad Alvaro di garasi tiga hari. Selanjutnya, karena mulai membusuk, ia memutuskan untuk membuang plastik berisi jasad Alvaro ke Tenjo. Dalam kasus ini, Alex dinyatakan sebagai tersangka karena bunuh diri tersebut.
Korban ini kemudian ditemukan meninggal dunia dan sudah menjadi kerangka setelah delapan bulan dari peristiwa bermula saat Alvaro izin untuk melaksanakan salat Maghrib di masjid dekat rumahnya.