Polisi Bantah Siksa dan Minta Uang Rp300 Juta ke Ammar Zoni

Penyidik kepolisian mengakui diminta uang senilai Rp300 juta dari Ammar Zoni, Terdakwa VI kasus peredaran narkoba di dalam rutan Salemba. Namun, mereka bantah menekan Ammar agar tidak melanjutkan kasusnya dengan dalih itu.

Kapolsek Cempaka Putih Kompol Pengky Sukmawan menyatakan intimidasi dan pemerasan terhadap Ammar Zoni dan kawan-kawan tersebut tidak ada. Ia mengatakan penyidikan telah dilakukan pada Januari 2025 dan pemeriksaan terhadap enam terdakwa dilakukan di Rutan Selamba, bukan di Polsek Cempaka Putih.

Pengky menjelaskan bahwa BAP yang dibuat atas nama Ammar Zoni tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Ia mengatakan kepolisian terbuka dan siap diperiksa demi menjaga nama baik institusi.
 
aku kira penyidikan itu benar-benar sengaja dia diminta uang, tapi kapolseknya bilang ada kemudian malah, sepertinya ada kesepakatan atau apa? aku penasaran kenapa BAP yang dibuat Ammar Zoni begitu berbeda dengan apa yang terjadi di Rutan Selamba, mungkin ada sesuatu yang tidak dipaparkan, atau ada kesalahpahaman yang besar? aku rasa kompol pengky sukmawan itu malah malu karena harus mengakui ada kekurangan, tapi malah bilang tidak ada intimidasi dan pemerasan, sepertinya ada teka-teki di balik cerita ini...
 
Saya pikir ini kalau kita lihat dari perspektif masyarakat, apakah kita benar-benar percaya dengan apa yang dikatakan kepolisian? Kadang-kadang polisi bilang ada sesuatu tapi sebenarnya tidak ada, atau mereka bilang tidak ada tapi sebenarnya ada. Itu seperti permainan teka-teki, tapi siapa yang kalah? 🤔

Dan apa itu maksud dari "nama baik institusi"? Apa yang dimaksud dengan nama baik institusi? Jika kita sudah terjebak dalam sistem dan tidak tahu cara keluar, maka bagaimana kita bisa percaya dengan apa yang dikatakan oleh mereka? Seringkali kita hanya ingin keluar dari situasi tersebut, tapi malah menemukan diri sendiri di tempat yang lebih sulit. 😬
 
Apa yang terjadi sih? Polisi mau teken uang Rp300 juta dari korban narkoba? Siapa bilang kepolisian mau intimi dengan korban? Saya paham jika mereka butuh dana, tapi harus ada cara lain yang tidak berlebihan. Apa kalau polisi punya bukti-bukti yang kuat, mereka gak perlu teken uang dari korban? Dan apa dengan uang itu, kapan aja dimasukkan ke dalam APBN? Saya khawatir kalau ini akan jadi contoh bagi orang lain.
 
Aku rasa kapolseknya malu banget, kenapa aku bilang? Karena dia bilang intimidasi dan pemerasan tidak ada, tapi kalau benar seperti itu, dia pasti harus terus menghadapinya di pengadilan. Aku tidak percaya, kalau ada korupsi, dia akan bunuh semuanya untuk menyelamatkan diri sendiri. Aku rasa perlu dilakukan investigasi yang lebih dalam tentang hal ini, tapi aku masih ragu-ragu apakah itu bisa dilakukan.
 
Maksudnya, penyidikan di Rutan Selamba itu bukan cuma ngadat-ngadatin aja, tapi ada proses yang serius banget, kan? Mereka bikin Ammar Zoni buleh melanjutkan kasusnya dengan dalih itu, tapi gini sih mereka bilang intimidasi dan pemerasan gak terjadi... Mau tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana? Kapolsek Cempaka Putih ini udah jujur tentang halnya, tapi masih ada yang penasaran.
 
Ada yang bilang kapolsek itu malu banget nih, dia tidak bisa menyangkal bahwa ada tekanan dari korporasi kejahatan karena kasus di Salemba itu terlalu besar dan mengancam. Tapi, ada juga yang bilang pengky itu jujur, dia tidak punya alasan untuk melarikan diri dari pertanyaan-pertanyaan tentang kasus tersebut. Saya rasa kapolsek itu benar-benar mau dibuka ke arah warga dan korban, tapi saya juga tahu bahwa sistem penyidikan di Indonesia masih jauh dari sempurna... 🤔
 
Mau tahu apa yang bikin aku penasaran banget? Apakah itu ketika korban kasusnya dikatakan 'intimidasi' tapi ternyata bukannya seperti itu aja. Mungkin yang terjadi adalah korban tersebut merasa tidak nyaman dengan situasinya, tapi itu tidak bermakna sama sekali. Aku pikir kita harus berusaha lebih baik lagi agar semuanya jadi transparan dan adil. Dan mungkin kita juga perlu memikirkan bagaimana cara untuk mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan. Tapi, apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa berbicara tentang hal ini aja...
 
Wah, ini terlalu ajaib deh... 300 juta rupiah? Apa salahnya Ammar ingin memberikan uang itu? Tapi kemudian dia dikatakan diperas dan ditakut-takuti. Mungkin ada sesuatu yang tidak beres di balik kasus ini... Apakah kepolisian malah yang memanfaatkan korban untuk mencari uang? Kalau benar, itu bukan baik-baik aja. Kapolsek Cempaka Putih kayaknya harus jujur dulu sih...
 
kembali
Top