Lula Lahfah Meninggal Dunia, Ternyata Bukan Akibat Overdosis!
Kepolisian Metro Jaya membantah isu yang berkembang di masyarakat tentang kematian selebgram Lula Lahfah karena overdosis. Menurut Komisaris Besar Budi Hermanto, isu tersebut tidak berdasar.
"Tiap kali kita melihat isu-isu liar di media sosial, kami ingin menyampaikan bahwa kami akan selalu meluruskan berita yang benar dan isu-isu yang tidak tepat. Mari kita hormati keluarga almarhum Lula dan menjaga simpati serta empati," kata Budi saat disebutkan sehari kemarin.
Dalam penyelidikan, penyidik menemukan barang bukti di apartemen Lula, termasuk 44 tablet obat-obatan yang tersimpan dalam kotak berwarna pink. Puslabfor Polri kemudian mengidentifikasi obat-obatan tersebut dan menemukan kandungan gliserin dan nikotin.
Analisis terhadap tablet obat menunjukkan adanya beberapa bahan aktif, termasuk Citalopram, Diethylpropion, Sulpiride, Mepivakain, Enkainid, Paramomycin, dan Klozapin. Azhar Darlan, Kepala Urusan Subbid Toksikologi Puslabfor, menolak bahwa Whip Pink yang ditemukan berisi nitrous oxide.
Sementara itu, sebelumnya ditemukan Lula Lahfah dalam kondisi tidak bernyawa di lantai 25 sebuah apartemen di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Petugas keamanan pertama kali menemukan jenazah Lula sekitar pukul 18.44 WIB.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi kepada Lula Lahfah? Menurut sumber-sumber yang telah dikonfirmasi oleh kami, masih belum diketahui pasti mengapa Lula meninggal dunia.
Kepolisian Metro Jaya membantah isu yang berkembang di masyarakat tentang kematian selebgram Lula Lahfah karena overdosis. Menurut Komisaris Besar Budi Hermanto, isu tersebut tidak berdasar.
"Tiap kali kita melihat isu-isu liar di media sosial, kami ingin menyampaikan bahwa kami akan selalu meluruskan berita yang benar dan isu-isu yang tidak tepat. Mari kita hormati keluarga almarhum Lula dan menjaga simpati serta empati," kata Budi saat disebutkan sehari kemarin.
Dalam penyelidikan, penyidik menemukan barang bukti di apartemen Lula, termasuk 44 tablet obat-obatan yang tersimpan dalam kotak berwarna pink. Puslabfor Polri kemudian mengidentifikasi obat-obatan tersebut dan menemukan kandungan gliserin dan nikotin.
Analisis terhadap tablet obat menunjukkan adanya beberapa bahan aktif, termasuk Citalopram, Diethylpropion, Sulpiride, Mepivakain, Enkainid, Paramomycin, dan Klozapin. Azhar Darlan, Kepala Urusan Subbid Toksikologi Puslabfor, menolak bahwa Whip Pink yang ditemukan berisi nitrous oxide.
Sementara itu, sebelumnya ditemukan Lula Lahfah dalam kondisi tidak bernyawa di lantai 25 sebuah apartemen di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Petugas keamanan pertama kali menemukan jenazah Lula sekitar pukul 18.44 WIB.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi kepada Lula Lahfah? Menurut sumber-sumber yang telah dikonfirmasi oleh kami, masih belum diketahui pasti mengapa Lula meninggal dunia.