Polisi: 60-70 % Pedemo Agustus 2025 Terpapar Konten Delpedro cs

Polisi Bungkam Pengakuan Pedemo Terpapar Konten Delpedro cs, Ini Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Polda Metro Jaya mengklaim sekitar 60-70 persen pedemo terpapar konten ajakan Delpedro cs di media sosial. Bripda Farrel Ardan, pengacara polisi, mengatakan bahwa unjuk rasa yang terjadi pada Agustus 2025 di sekitar kompleks DPR/MPR RI mendapat pengaruh dari unggahan media sosial @GejayanMemanggil, @LokataruFoundation, @BlokPolitikPelajar, dan @AliansiMahasiswaMenggugat.

Farel menuding akun yang dikelola terdakwa penghasutan kerusuhan demonstrasi Delpedro Marhaen Rismansyah, Muzaffar Salim, Syahdan Husein, dan Khariq Anhar menjadi pemantik masyarakat terutama dari kalangan anak di bawah umur untuk hadir berunjuk rasa di sekitar Senayan.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Farel mengatakan bahwa sekitar 60-70 persen pedemo terpapar konten ajakan Delpedro cs di media sosial. Dia juga menyebutkan bahwa para peserta unjuk rasa saat itu menunjukkan kepadanya logo One Piece yang tercantum dalam unggahan milik Delpedro dkk.

Namun, ketika diangkat soal apakah ada peserta unjuk rasa yang membawa atribut baik berupa baju maupun bendera One Piece saat unjuk rasa terjadi, Farel mengaku tidak tahu. Dia tak lagi melihat karena para peserta demonstrasi telah ditangkap polisi.

Saat itu jaksa bertanya kepada Fadel apakah mengonfirmasi kepada peserta aksi unjuk rasa memberi pengakuan bahwa mereka terpapar konten ajakan dari Delpedro dkk untuk datang ke sekitar Senayan. Farel menjawab bahwa pada tanggal 25, dia tidak konfirmasi, namun mereka yang tunjukkan kepada saya. Bukan saya yang konfirmasi awal.

Pengacara polisi ini juga memberikan catatan bahwa para terdakwa telah melakukan aksi swadaya dalam mengelola akun media sosial yang diduga menyebarkan aksi kebencian dan memancing kerusuhan pada penghujung Agustus 2025. Di antaranya akun Instagram: @lokataru_foundation dikelola Delpedro Marhaen Rismansyah, @blokpolitikpelajar dikelola Muzaffar Salim, @gejayanmemanggil dikelola oleh Syahdan Husein, dan @aliansimahasiswapenggugat dikelola oleh Khariq Anhar.

Delpedro, Muzaffar, Syahdan dan Khariq didakwa melanggar Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 atau Pasal 28 Ayat 3 juncto Pasal 45A Ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 160 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 76H juncto Pasal 15 juncto Pasal 87 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Saya pikir Farel bilang banyak dong! Kalau sebenarnya, aku rasa kalau tidak ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa Delpedro dkk benar-benar membuat orang-orang anak di bawah umur terpapar konten ajakan unjuk rasa. Saya pikir itu hanya manipulasi polisi untuk membuat Delpedro dan orang-orang lainnya terdakwa. Aku juga masih ragu-ragu tentang logo One Piece yang tercantum dalam unggahan milik Delpedro dkk, sih...
 
Aku pikir kalau kita lihat dari perspektif pedemo itu sendiri, mungkin mereka tidak sadar kalau konten yang di-share oleh Delpedro cs itu bukanlah iklan untuk mengatur unjuk rasa, tapi malah bagian dari upaya untuk membedakan orang-orang yang benar-benar peduli dengan isu tersebut dari orang-orang yang hanya ingin sekedar nonton adegan atau berbagi cerita.
 
Gue pikir ya, polisi kayaknya sibuk dengan kasus-kasus lain, kira-kira 60-70 persen pedemo terpapar konten Delpedro cs di media sosial, tapi siapa tahu benar atau tidak, gue rasa lebih curiga sama akun yang dikelola oleh orang-orang yang terdakwa penghasutan kerusuhan. Gue juga merasa kayaknya unjuk rasa di Agustus 2025 itu ternyata disusun oleh sesosias media sosial, tapi siapa tahu gak, yang penting adalah para peserta unjuk rasa itu telah ditangkap polisi 😐
 
Bisanya akun media sosial yang berisi konten anti pemerintah, jadi siapa yang bilang ini bikin pedemo? Polisi hanya mengatakan siapa yang terkena konten itu, tapi siapa yang nggak punya alat untuk membedakan siapa aja di media sosial. Kita lihat kalau ada pengacara polisi yang bilang 60-70 persen pedemo terpapar konten Delpedro cs, tapi dia tidak konfirmasi siapa itu. Ini bikin kita curiga siapa yang mau melibatkan polisi.
 
aku pikir itu bukti yang tidak masuk akal, siapa yang bilang kalau para pedemo terpapar konten ajakan dari Delpedro cs di media sosial itu? aku pikir si Farel bilang sendiri bahwa dia tidak konfirmasi apa pun, tapi dia mau menuduh orang lain. kalau benar2 ada korban yang terkena influensinya dari Delpedro cs, maka dia harus jawab mengenai itu. tapi kalo gak ada bukti yang jelas, aku pikir itu semua hanya manipulasi untuk membenarkan penangkapan para peserta unjuk rasa. aku rasa ada sesuatu yang tidak masuk akal di balik ini... 🤔
 
Gue rasa pengacara polisi masih ngeliputi aja bawang. Mereka bilang 60-70 persen pedemo terpapar konten Delpedro cs, tapi kalau gue lihat unggahan media sosial, ada lagi orang lain yang ikut ajak unjuk rasa juga! Gue penasaran siapa nanti mau bertanggung jawab atas kerusuhan itu.
 
Gue pikir kalau si Delpedro cs itu bilang-bilang apa pun, tapi ternyata yang jadi pentingnya adalah siapa yang terlibat dan siapa yang menyiarkan konten ajakan itu 🤔👀

Aku rasa polisi yang ngelapor ini sengaja cari alasan untuk menangkap Delpedro dkk, tapi siapa yang mengatakan bahwa 60-70 persen pedemo terpapar konten ajakan Delpedro cs? 🤷‍♂️ Gue rasa perlu melihat bukti-bukti yang lebih nyata sebelum menilai apa pun tentang kasus ini 😐

Dan gue juga ingin tahu, siapa yang memang bilang bahwa logo One Piece tercantum dalam unggahan milik Delpedro dkk? 🤔 Gue rasa ada sesuatu yang tidak jelas di sini... 🙄
 
gak bisa percaya sih, pengacara polisi malah memilih untuk tidak melihat atribut one piece di unjuk rasa itu 😒. dan juga dia bilang dia tidak konfirmasi apakah ada peserta yang terpapar konten dari delpedro cs, tapi dia masih bisa saja mengganti orang lain yang bilang hal tersebut 🙄. kayaknya pengacara polisi ini lagi-lagi mencoba untuk membuat koran dengan cara-cara yang tidak jelas 😡.
 
hehe, aku nanya lagi apa sih aja kira-kira terjadi sih pada unjuk rasa di Senayan? aku lihat ada banyak konten yang berbeda-beda dari orang-orang yang terlibat dalam itu. tapi kan sih sebenarnya siapa yang meminta orang-orang untuk hadir di sana? aku nyesalin video sederhana dari One Piece di media sosial, apakah itu kan sih yang membuat semua pedemo terpapar konten ajakan sih?
 
aku pikir gampang banget caranya polisi ingin menangkap si Delpedro cs tapi aku rasa ada sesuatu yang tidak beres apa punya alasan mereka untuk menangkapnya aja cuma buat jebakan pula! aku rasa mereka malah hanya mencari cara untuk mengumpulkan bukti yang bisa bikin kasus lebih kuat soalnya kalau pedemo terpapar konten dari Delpedro cs tapi gak ada bukti nyata soalnya kalau pedemo terpapar apa itu?
 
aku pikir kayaknya polisi masih ngeliatin gini aja, siapa aja yang pernah terpapar konten Delpedro cs? aku rasa lebih baik kalau mereka fokus utama pada bagaimana unjuk rasa itu benar-benar berujung pada apa? siapa yang terlibat dalam kerusuhan itu sebenarnya? aku curhat, aku kira 60-70 persen pedemo terpapar konten Delpedro cs nggak pasti benar, mungkin malah kebaliknya ya 🤔
 
Gue pikir kalau pengacara polisi yang ini terlalu cepat ngerangkaikan hal ini, sih. Kalau unjuk rasa itu bukannya karena pedemo sendiri yang gue lihat di media sosial itu memanggil orang-orang untuk hadir, tapi kemudian malah jadi adegan kebun binatang dkk, sih. Dan sekarang pengacara polisi ini mulai ngeluskan siapa yang memainkan peran utama, sih? Gue masih ragu-ragu, aku rasa ada yang tidak jelas di sini 🤔
 
ini salah satu hal yang perlu diawasi yaitu apa yang dibagikan oleh media sosial, apakah itu benar atau tidak, karena kadang kita lupa yang kita ikut ikuti dari mana, dan ini juga bikin kita terlalu mudah dipengaruhi, mungkin kita harus lebih hati-hati dalam memilih apa yang kita ikut ikuti dari internet 🤔
 
Maksudnya kalau mereka punya alasan yang tidak jelas, tapi ada bukti bahwa para pedemo terpapar konten Delpedro cs di media sosial 🤔. Tapi siapa yang bilang bahwa logo One Piece itu hanya untuk memicu unjuk rasa? Mungkin benar bahwa mereka yang datang ke Senayan tidak membawa atribut One Piece, tapi ada yang bilang bahwa logo itu sudah masuk ke dalam pikiran mereka 😒. Saya lebih suka kalau mereka jujur dan buktikan secara langsung bahwa konten Delpedro cs memicu unjuk rasa, bukan hanya mengatakan bahwa ada 60-70 persen pedemo yang terpapar konten itu 🤷‍♂️.
 
ada yang bilang siapa aja yang mengaruhkan unjuk rasa ito? kalau benar-benar di media sosial, tapi kemudian polisi bilang 60-70 persen pedemo terpapar konten Delpedro cs, kan? itu seperti cerita sama dua arah. mungkin ada yang benar, mungkin ada yang salah. apa kebenaran dari pengakuan pedemo sebenarnya?
 
ini sih yang ngetuin, kalau siapa tahu ada lagi konten ajakan kerusuhan di media sosial, kalau tidak ada pengawasan pasti aja gilaan dan panasnya bisa meluap. tapi sayangnya aku hanya liat foto unjuk rasa dengan logo one piece, tapi siapa tau ada yang sebenarnya ikut ajak orang ke senayan.
 
Aku pikir itu sedikit berlebihan, pengacara polisi itu terlalu banyak menuduh kalau akun-akun media sosial itu yang punya efek besar pada unjuk rasa di Senayan. Tapi, siapa tahu apakah benar adegan itu? Aku pikir pentingnya yang penting adalah bagaimana peristiwa ini bisa berakhir dengan aksi polisi yang agresif dan banyak korban. Kita jangan lupa bahwa unjuk rasa itu sendiri sebenarnya untuk mengungkapkan kekhawatiran masyarakat tentang masalah-masalah yang ada di negara kita 🤔
 
ini masalahnya kalau punya akses ke media sosial itu harus bertanggung jawab, siapa yang ngerjain di media sosial itu juga harus siapa yang mengelolanya 😊. tapi apa kejadian ini bukan tentang itu, tapi tentang bagaimana media sosial itu bisa digunakan sebagai alat untuk memicu konflik dan kerusuhan. orang-orang yang ngerjain media sosial itu harus paham kalau tujuan dari itu bukan untuk memicu konflik melainkan untuk berbagi informasi yang positif dan bermanfaat 🤔. di era seperti ini, kita harus lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial, kita harus bisa mengelolanya dengan baik agar tidak digunakan untuk memicu kerusuhan dan konflik, tapi untuk membawa kebaikan dan kemajuan 💻
 
kembali
Top