Kapolri Irjen Sigit Listyo mengucapkan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban pesawat ATR 42-500 PK THT yang terjadinya kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel. Setelah proses identifikasi, total 7 jenazah korban sudah berhasil ditemukan dan diserahkan kepada keluarga. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi sisa-sisa 3 korban pesawat, yaitu Florencia Lolita, Deden Maulana, dan Esther Aprilita sebelumnya.
Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani menyebutkan bahwa proses identifikasi seluruh korban sudah selesai dan hasilnya identik dengan seluruh korban yang tertera di manifes pesawat. Djuhandani juga mengatakan bahwa 10 korban bisa diidentifikasi berdasarkan jumlah yang terdapat di manifest.
Puluh jenazah ditemukan, yaitu Yoga Naufal dari alamat Duren Sawit, Jakarta; Hariadi dari alamat Karang Anyar, Jawa Tengah; Farhan Gunawan (ko-pilot) dari alamat Malili, Kab. Luwu Timur, Sulsel; Ferry Irawan (pegawai KKP) dari alamat Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat; Dwi Murdiono (teknisi) dari alamat Bogor, Jawa Barat; Restu Adi Pribadi (teknisi) dari alamat Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur; dan Andy Dahananto (pilot) dari alamat Tangerang, Banten.
Setelah upacara penyerahan jenazah ke keluarga korban, mobil ambulans membawa seluruh jenazah menuju bandara Sultan Hasanuddin untuk diantar ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Salah satu keluarga korban menyatakan rencananya untuk membangun makam yang berdampingan dengan makam almarhum ibundanya.
Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani menyebutkan bahwa proses identifikasi seluruh korban sudah selesai dan hasilnya identik dengan seluruh korban yang tertera di manifes pesawat. Djuhandani juga mengatakan bahwa 10 korban bisa diidentifikasi berdasarkan jumlah yang terdapat di manifest.
Puluh jenazah ditemukan, yaitu Yoga Naufal dari alamat Duren Sawit, Jakarta; Hariadi dari alamat Karang Anyar, Jawa Tengah; Farhan Gunawan (ko-pilot) dari alamat Malili, Kab. Luwu Timur, Sulsel; Ferry Irawan (pegawai KKP) dari alamat Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat; Dwi Murdiono (teknisi) dari alamat Bogor, Jawa Barat; Restu Adi Pribadi (teknisi) dari alamat Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur; dan Andy Dahananto (pilot) dari alamat Tangerang, Banten.
Setelah upacara penyerahan jenazah ke keluarga korban, mobil ambulans membawa seluruh jenazah menuju bandara Sultan Hasanuddin untuk diantar ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Salah satu keluarga korban menyatakan rencananya untuk membangun makam yang berdampingan dengan makam almarhum ibundanya.