iya aku pikir model pertama nang gampang digunakan sekedar kontrol sipil atau politik, tapi kalau digunakan terlalu berlebihan nang bisa bikin perwira merasa tidak stabil dalam karier mereka. kayaknya model kedua yang paling masuk akal, yaitu bila mutasi dilakukan agar organisasi militer bisa lebih adaptif dengan perubahan strategis. tapi aku pikir kita harus lebih teliti dalam memilih model mana yang akan digunakan, karena masing-masing model nang memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. 
