Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memutuskan untuk membubarkan Parlemen Jepang dalam pertengahan tahun ini. Pembubaran ini terjadi sebelum pemilu sela majelis rendah yang akan berlangsung pada 8 Februari mendatang. Apa alasannya?
Menurut beberapa sumber, alasan Takaichi membubarkan parlemen ini adalah untuk memperoleh dukungan dari Parlemen. Saat ini, Takaichi memiliki dukungan tipis dari anggota parlemen. Meskipun popularitasnya meningkat sejak terpilih sebagai PM Jepang pada Oktober 2025 lalu, namun masih banyak pihak yang menilai pemilu sela menjadi pertaruhan politiknya.
Takaichi bertaruh dengan popularitasnya yang naik di mata publik. Popularitas itu disebut menjadi modal Takaichi dalam pemilu sela, dan ia memiliki tingkat kepuasan masyarakat sekitar 70 persen, tertinggi daripada dua pendahulunya. Namun, masih sulit untuk memprediksi apakah popularitasnya benar-benar mengarah pada dukungan ke partai Demokrat Liberal (LDP).
Perubahan di tubuh parlemen ini diharapkan dapat membuat Takaichi meraih suara mayoritas di parlemen. Saat ini, LDP kehilangan pamor akibat serangkaian skandal dan korupsi selama dua dekade terakhir.
Menurut beberapa sumber, alasan Takaichi membubarkan parlemen ini adalah untuk memperoleh dukungan dari Parlemen. Saat ini, Takaichi memiliki dukungan tipis dari anggota parlemen. Meskipun popularitasnya meningkat sejak terpilih sebagai PM Jepang pada Oktober 2025 lalu, namun masih banyak pihak yang menilai pemilu sela menjadi pertaruhan politiknya.
Takaichi bertaruh dengan popularitasnya yang naik di mata publik. Popularitas itu disebut menjadi modal Takaichi dalam pemilu sela, dan ia memiliki tingkat kepuasan masyarakat sekitar 70 persen, tertinggi daripada dua pendahulunya. Namun, masih sulit untuk memprediksi apakah popularitasnya benar-benar mengarah pada dukungan ke partai Demokrat Liberal (LDP).
Perubahan di tubuh parlemen ini diharapkan dapat membuat Takaichi meraih suara mayoritas di parlemen. Saat ini, LDP kehilangan pamor akibat serangkaian skandal dan korupsi selama dua dekade terakhir.