Hungaria Menuduh Jerman dan Uni Eropa Sedang 'Membuat Persiapan Perang'
Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, saat berpidato di Budapest menyatakan bahwa para pemimpin Jerman dan Uni Eropa sedang melakukan "persiapan perang" karena pertemuan mereka di Brussel, Belgia. Menurut Orban, ketiga tokoh penting Jerman itu antara lain Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Presiden Partai Rakyat Eropa (European Peopleโs Party/EPP) Manfred Weber, yang "membentuk kebijakan perang Eropa saat ini".
Orban memperingatkan agar apa yang disebutnya sebagai persiapan perang tersebut dihentikan. Ia menuduh ketiga tokoh Jerman tersebut sebagai pihak yang "membuat kebijakan perang Eropa saat ini". Ia mengatakan bahwa jika tidak, "cucu-cucu kita yang akan menanggung akibatnya".
Pernyataan Orban itu mencerminkan ketegangan yang sudah lama terjadi antara Hungaria dan Uni Eropa. Pemerintahan Orban kerap mengambil sikap berbeda dari kebijakan bersama Uni Eropa, terutama dalam isu perang Ukraina, sanksi terhadap Rusia, dan dukungan militer kepada Ukraina.
Hungaria sering menolak atau menghambat kebijakan tersebut, sehingga menimbulkan konflik dengan negara anggota lain dan pimpinan Uni Eropa.
Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, saat berpidato di Budapest menyatakan bahwa para pemimpin Jerman dan Uni Eropa sedang melakukan "persiapan perang" karena pertemuan mereka di Brussel, Belgia. Menurut Orban, ketiga tokoh penting Jerman itu antara lain Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Presiden Partai Rakyat Eropa (European Peopleโs Party/EPP) Manfred Weber, yang "membentuk kebijakan perang Eropa saat ini".
Orban memperingatkan agar apa yang disebutnya sebagai persiapan perang tersebut dihentikan. Ia menuduh ketiga tokoh Jerman tersebut sebagai pihak yang "membuat kebijakan perang Eropa saat ini". Ia mengatakan bahwa jika tidak, "cucu-cucu kita yang akan menanggung akibatnya".
Pernyataan Orban itu mencerminkan ketegangan yang sudah lama terjadi antara Hungaria dan Uni Eropa. Pemerintahan Orban kerap mengambil sikap berbeda dari kebijakan bersama Uni Eropa, terutama dalam isu perang Ukraina, sanksi terhadap Rusia, dan dukungan militer kepada Ukraina.
Hungaria sering menolak atau menghambat kebijakan tersebut, sehingga menimbulkan konflik dengan negara anggota lain dan pimpinan Uni Eropa.