PLN Bekerja Meneruskan Masa Depan Energi dengan Biomassa
Pihak PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) mengumumkan rencana untuk menggunakan 2,2 juta ton biomassa sebagai bahan bakar pendamping batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Hal ini dilakukan melalui program co-firing yang diimplementasikan oleh Vice President Pengelolaan dan Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PT PLN, yaitu Irwan Amri.
Menurut data dari Irwan, sekitar 1 juta ton biomassa digunakan pada tahun 2023, naik menjadi 1,62 juta ton pada tahun 2024. Namun, perlu diingat bahwa target penggunaan biomassa belum pernah mencapai target nasional. Target tersebut adalah 1,05 juta ton pada tahun 2023, 2,83 juta ton pada tahun 2024, dan naik menjadi 10,20 juta ton pada tahun 2025.
Irwan mengatakan bahwa pembentukan ekosistem biomassa dilakukan dalam jangka panjang dan tidak hanya 1-5 tahun. Biomassa tersebut dipercaya sebagai sumber ketahanan energi ke depan. Bahkan, potensi biomassa di Indonesia sekitar 545 juta ton per tahun, lebih besar daripada kebutuhan batu bara berjumlah 90 juta ton.
Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada November 2025, cadangan batu bara di Indonesia sebanyak 31,95 miliar ton. Namun, Irwan mengatakan bahwa harga biomassa saat ini sekitar Rp 1,7 juta per ton, lebih tinggi daripada batu bara sekitar Rp 650 ribu per ton.
PLN telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk membangun ekosistem biomassa ini melalui hutan tanaman energi. Untuk meminimalkan deforestasi, sumber pasokan biomassa akan bergantung pada hutan itu. Penggunaan biomassa untuk boiler PLTU diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara yang masih menjadi bahan bakar utama, serta menurunkan polusi hingga mencapai target nol emisi pada 2060.
Pihak PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) mengumumkan rencana untuk menggunakan 2,2 juta ton biomassa sebagai bahan bakar pendamping batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Hal ini dilakukan melalui program co-firing yang diimplementasikan oleh Vice President Pengelolaan dan Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PT PLN, yaitu Irwan Amri.
Menurut data dari Irwan, sekitar 1 juta ton biomassa digunakan pada tahun 2023, naik menjadi 1,62 juta ton pada tahun 2024. Namun, perlu diingat bahwa target penggunaan biomassa belum pernah mencapai target nasional. Target tersebut adalah 1,05 juta ton pada tahun 2023, 2,83 juta ton pada tahun 2024, dan naik menjadi 10,20 juta ton pada tahun 2025.
Irwan mengatakan bahwa pembentukan ekosistem biomassa dilakukan dalam jangka panjang dan tidak hanya 1-5 tahun. Biomassa tersebut dipercaya sebagai sumber ketahanan energi ke depan. Bahkan, potensi biomassa di Indonesia sekitar 545 juta ton per tahun, lebih besar daripada kebutuhan batu bara berjumlah 90 juta ton.
Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada November 2025, cadangan batu bara di Indonesia sebanyak 31,95 miliar ton. Namun, Irwan mengatakan bahwa harga biomassa saat ini sekitar Rp 1,7 juta per ton, lebih tinggi daripada batu bara sekitar Rp 650 ribu per ton.
PLN telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk membangun ekosistem biomassa ini melalui hutan tanaman energi. Untuk meminimalkan deforestasi, sumber pasokan biomassa akan bergantung pada hutan itu. Penggunaan biomassa untuk boiler PLTU diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap batu bara yang masih menjadi bahan bakar utama, serta menurunkan polusi hingga mencapai target nol emisi pada 2060.