Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali memperlihatkan wajah khawatirnya mengenai dinamika geopolitik global hingga kemungkinan terjadinya Perang Dunia III. Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR, Fraksi PKS, Sukamta, pernyataan SBY itu seharusnya dibaca sebagai peringatan dini bukan ramalan apokaliptik.
"Kemungkinan terjadinya Perang Dunia III harus kita ambil serius dan buat tindakan cepat. Saya rasa SBY benar-benar mengatakan hal ini dengan serius dan tidak ada alasan salah. Dengan belajar dari masa lalu, kita harus berusaha untuk mencegah perang besar itu," kata Sukamta.
Ternyata, suatu saat yang sama seperti Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945), pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas. Selain itu, kata Sukamta, sejarah juga mencatat bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi.
"Jika kita ingin mencegah Perang Dunia III dari terjadi, kita harus mempertimbangkan hal ini. Kita harus bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai negara lainnya untuk menciptakan perdamaian global yang lebih kuat," kata Sukamta.
Berdasarkan pernyataan SBY, dia menilai sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III. Namun, dia juga percaya bahwa hal itu bisa dicegah dengan tindakan cepat dan serius.
"Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit," kata Sukamta.
Sementara itu, SBY sendiri menyampaikan pernyataannya melalui akun X-nya. Dia mengingatkan bahwa pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang serta persekutuan negara yang saling berhadapan tidak dapat dihindari dalam mencegah perang besar itu.
"Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya peperangan, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi," lanjut dia.
Berdasarkan pernyataan SBY, kita harus mempertimbangkan hal ini. Kita harus bekerja sama dengan PBB dan berbagai negara lainnya untuk menciptakan perdamaian global yang lebih kuat.
"Kemungkinan terjadinya Perang Dunia III harus kita ambil serius dan buat tindakan cepat. Saya rasa SBY benar-benar mengatakan hal ini dengan serius dan tidak ada alasan salah. Dengan belajar dari masa lalu, kita harus berusaha untuk mencegah perang besar itu," kata Sukamta.
Ternyata, suatu saat yang sama seperti Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945), pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas. Selain itu, kata Sukamta, sejarah juga mencatat bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi.
"Jika kita ingin mencegah Perang Dunia III dari terjadi, kita harus mempertimbangkan hal ini. Kita harus bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai negara lainnya untuk menciptakan perdamaian global yang lebih kuat," kata Sukamta.
Berdasarkan pernyataan SBY, dia menilai sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III. Namun, dia juga percaya bahwa hal itu bisa dicegah dengan tindakan cepat dan serius.
"Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit," kata Sukamta.
Sementara itu, SBY sendiri menyampaikan pernyataannya melalui akun X-nya. Dia mengingatkan bahwa pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang serta persekutuan negara yang saling berhadapan tidak dapat dihindari dalam mencegah perang besar itu.
"Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya peperangan, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi," lanjut dia.
Berdasarkan pernyataan SBY, kita harus mempertimbangkan hal ini. Kita harus bekerja sama dengan PBB dan berbagai negara lainnya untuk menciptakan perdamaian global yang lebih kuat.