Pilkada Tak Langsung via DPRD Dinilai Akan Jadi Gigi Mundur Demokrasi

Pemerintah dan DPRD akan mencoba menggulingkan sistem pilkada yang dijalankan secara langsung oleh rakyat. Guguhan ini merupakan "gigi mundur" demokrasi, menurut asosiasi hukum Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).
 
Saya capek banget dengar kabar itu 🤯! Pilkada langsung adalah hak-hak rakyat, kita jangan biarkan pemerintah dan DPRD menggulingnya 😡. Mereka bilang 'gigi mundur' demokrasi, tapi aku bilang itu 'gigi maju' bagi mereka yang ingin mengontrol kebijakan 🤔. Aku yakin jika pilkada langsung dijalankan dengan baik, banyak masalah yang bisa diatasi, seperti korupsi dan ketidakadilan 😂.

Saya setuju dengan PSHK, ini benar-benar 'gigi mundur' demokrasi. Kita harus jaga hak-hak rakyat dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil adalah untuk kemajuan bangsa, bukan hanya untuk menguntungkan beberapa orang 💸.

Aku harap pemerintah dan DPRD bisa mengerti apa yang dipikirkan orang-orang seperti aku dan tidak langsung mengguling pilkada langsung 🤞.
 
Pilkada langsung itu seperti main game, gak ada aturan, aja siapa yang kalah, siapa yang menang. Kalau diubah jadi sistem lain, mungkin bisa lebih stabil, tapi kayaknya bawa konflik ke tahap lain 😊. Saya ngerasa pilkada langsung itu penting, jadi rakyat bisa mendengar apa yang ingin dia coba lakukan.
 
ini gara-gara sistem pilkada yang dijalankan secara langsung itu sering terjadi kebodohan, misalnya seperti halnya di daerah Simalungun nanya, ya udah sampai bagai apa sih pilkada itu? kalau jangan sengaja kita pilih kandidat yang salah kan? mendingkan sistem pilkada yang lebih seragam dan jelas sekali biar tidak terjadi hal seperti ini lagi di masa depan.
 
Aku pikir ini gak masuk akal banget, pemerintah wanna nggabung sistem pilkada dengan sistem parlemen? Aku rasa itu kayaknya bikin demokrasi makin kacau. Pilkada langsung itu penting sekali agar rakyat bisa langsung menguasai kemampuan mereka dalam memilih kepala daerah, sementara dengan system parlemen, ada banyak partai lain yang harus dipertimbangkan. Jangan bikin demokrasi makin kacau aja 😂. Mungkin pemerintah dan DPRD malah mau cari cara untuk tidak terlalu banyak dikritik, kayaknya kayak banget 🙃.
 
aku pikir pemerintah gak perlu buat ganti sistem pilkada. aku setuju bahwa proses pilkada bisa jadi kurang efisien, tapi apa yang salah dengan cara yang sudah ada? kalau pemerintah bngin buat ganti, maka mungkin hasilnya cuma memperparah masalah aja... dan sekarang aku lihat ada asosiasi hukum yang bilang ini "gigi mundur" demokrasi... kayaknya jadi jalan pintas siapa? aku rasa pemerintah harus fokus untuk mengatasi masalah-masalah di daerah, bukan main-main dengan sistem pilkada 😒
 
Maksudnya, apa sih yang mau dipaksa pilkada langsung itu? Kalau tidak ada masalah sama sekali, kenapa harus diganti? Aku pikir sistem ini sudah cukup baik, memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Tapi mungkin aku salah, aku tidak punya pengetahuan yang luas tentang hal ini 🤔

Aku saking penasaran, apa yang mau dipaksakan sih? Atau mungkin ada kekhawatiran tentang keamanan atau sesuatu? Aku ingin tahu lebih lanjut, tapi gak ada informasi yang jelas tentang apa yang terjadi. Apakah ini bisa membantu Indonesia menjadi negara yang lebih baik? Tapi aku masih ragu-ragu, mau tidak tahu apa yang benar-benar terjadi disitu 🤷‍♀️
 
Gini nih... sistem pilkada yang jadi bumbu konflik di daerah-sejahteraan rakyat? Siapa tahu ganti dengan sistem lain, tapi rasanya kayaknya masih sama aja... apa maksudnya dari "gigi mundur" demokrasi sih? Makin cepat buka, makin cepat tutup ya?

Pilkada itu sapa lagi yang mengatur nih? Masyarakat atau pemerintah? Kalau bukan masyarakat, kenapa ada pilkada di pertama-tama? Ada kalimat di mana kata "demokrasi" bukan tentang rakyat sih, tapi tentang apa aja?

Tapi aku setuju kalau sistem ini perlu diperbaiki. Yang penting adalah kepentingan rakyat, siapa yang mau berbicara untuk mereka aja. Tapi cara nggali dan ngeluncur itu apa aja?
 
Pilkada langsung kayak apa kaidahnya? Kita udah lama nggak nyaman dengar itu. Banyak daerah masih bingung mau buat aparat jadi kepala daerah atau tidak. Sering ada pernyataan yang salah dan semua tergiur duit itu... Tapi, kalau pemerintah dan DPRD mau ubah sistem pilkada, aku setuju. Kita udah harus coba hal baru. Wajar banget kalau serangkaian proses ini lebih jelas dan aman dari manipulasi. Sisanya yang bisa aku lakukan adalah selalu tetap hati-hati saat melakukan pilihan suara ya.
 
ya gampang aja, pilkada langsung ini kayakanya nggak efektif apa kegunaannya... kalau ada sistem yang lebih baik pasti bisa banterusin. tapi aku seneng dengerin pemerintah dan DPRD mau mencoba buat perubahan, semoga bisa membuat pilkada lebih transparan dan akuntabel...

kalau saya, saya pikir perlu ada sistem yang lebih adil, jadi semua calon wakil rakyat punya kesempatan yang sama. sekarang, kaya kalau punya uang banyak aja bisa bertahan lama... gini kayaknya terlalu tidak adil...
 
Pilkada langsung? itu kayaknya harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat ya, tapi giliran ini cuma tentang menggulingkan sistem pilkada itu dulu. Saya rasa sistem pilot di Indonesia perlu direformasi, tapi bukan karena dianggap tidak baik, melainkan karena ada kelemahan di dalamnya yang harus ditutupi. PSHK bilang 'gigi mundur' demokrasi, tapi aku pikir ini lebih seperti perbaikan atau penyesuaian. Pilkada langsung itu masih bisa berjalan lancar jika ada perubahan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya proses demokrasi yang baik 🤔.
 
Aku pikir ini salah arah, ya. Kalau udah ada sistem pilkada langsung, apa salahnya? Belum pernah di Indonesia kita, kan? 🤔 Lalu kini mau gugusin? Maksudnya apa, bikin lebih mudah untuk kontrol? Tapi siapa bilang yang bisa mengontrol semua rakyat ya? 😂 Sekarang ada 10.000 DPD, semuanya bersaing aja. Kalau ini benar, akhirnya kita jadi negara oligarki, tidak? 🤑 Bisa jadi mereka hanya ingin lebih banyak uang dari pilkada, jadi buatannya mudah dijajaki aja. Tapi aku lihat chart statistik pilkada yang kita jalankan sekarang, cuma 4% suku pendapatan rakyat yang terlibat. Kita harus menggali lebih dalam, ya! 📈
 
Pilkada langsung itu sih udah lama sekarang... aku pikir sistem itu lebih baik daripada yang sebelumnya. Jadi, kalau mereka mau gugah sistem pilkada langsung itu, itulah keputusan mereka sendiri. Tapi aku rasa ini seperti "gigi mundur" demokrasi, kan? Aku masih percaya bahwa rakyat bisa memilih calon yang paling tepat untuk mendampingi gubernur atau walikota, bukan hanya orang yang dipilih oleh partai-partai politik.
 
Gue pikir apa yang terjadi sama pemerintah ni, kalau mau gulingin sistem pilkada langsung tuh. Nah, itu seperti ngasih pelajaran pada rakyat aja, bahwa kita belum siap untuk menentukan masa depan kita sendiri. Tapi, gue juga paham kan, di era digital ini, banyak hal yang sulit dinikmati oleh masyarakat umum, termasuk pilkada. Mungkin kalau sistemnya berubah jadi pilkada partai, tapi masih ada kebebasan bagi rakyat untuk memilih calon yang mereka inginkan. Gue harap pemerintah ni bisa mengerti hal ini dan tidak terburu-buru dalam menggulingin sistem yang sudah ada.
 
Mengenai hal ini kayaknya pemerintah ingin menggulingkan sistem pilkada secara langsung oleh rakyat, tapi aku bayangin kalau itu kayaknya salah strategi. Pilkada seharusnya menjadi cara bagi rakyat untuk memilih kader yang bisa membuat perubahan positif di daerah mereka, bukan hanya menurunkan kekuasaan dari pemerintah.

Aku pikir pemerintah dan DPRD lebih baik fokus pada meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pilkada, bukan mencoba menggulingkannya. Sistem ini seharusnya menjadi contoh bagaimana rakyat bisa berpartisipasi langsung dalam proses pemerintahan, bukan cara untuk mengurangi kekuasaan mereka.
 
Maksudnya apa sih? Kalau mau gugah sistem pilkada langsung itu, aku bayangin nggak suka. Pilkada langsung itu penting banget buat rakyat jadi bagian dari proses kepengurusan di daerah. Bisa bikin rakyat lebih sadar dan terlibat dalam pemerintahan. Kalau mau gugah, aku harap ada solusi yang lebih baik lagi.
 
Gini kalau pemerintah ngerusak sistem pilkada langsung, itu beda jadi kapan aja rakyat bisa terlibat dalam proses pemilu yang sebenarnya? Mereka bilang 'gigi mundur' demokrasi, tapi aku pikir itu lebih seperti 'gigi tekanan' dari mereka yang ingin mengendalikan kekuasaan. Kalau pilkada langsung tidak berjalan dengan lancar, apa yang bisa dilakukan lagi? Rakyatnya sengaja kalah dalam pemilu, kan? Itu ganti rugi nih.
 
kembali
Top