PGE Dijadikan Kandidat Terkuat Pelaksana Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Pemancaran Panas Bumi di Sumbar
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menjadi kandidat terkuat pelaksana Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) pemancaran panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman Barat. Menurut direktur eksploasi dan pengembangan PGE, Edwil Suzandi, hasil ini membuka peluang penambahan cadangan panas bumi nasional.
Dalam seleksi kompetitif yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PGE memperoleh nilai tertinggi sebesar 87,01. Penetapan ini membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan energi panas bumi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Selain itu, Edwil juga menyatakan bahwa penugasan ini memberikan ruang bagi PGE untuk menambah cadangan panas bumi di luar potensi wilayah kerja eksisting sebesar 3 gigawatt. Ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan transisi energi dan peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.
PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang 727 megawatt dari enam wilayah operasi yang dikelola mandiri. Perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis, seperti PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas 110 MW, serta proyek co-generation dengan total kapasitas hingga 230 MW.
Selain itu, PGE mempersiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan beroperasi komersial pada 2030. Seluruh pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PGE mendukung swasembada energi nasional dan target Net Zero Emission 2060.
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menjadi kandidat terkuat pelaksana Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) pemancaran panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman Barat. Menurut direktur eksploasi dan pengembangan PGE, Edwil Suzandi, hasil ini membuka peluang penambahan cadangan panas bumi nasional.
Dalam seleksi kompetitif yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PGE memperoleh nilai tertinggi sebesar 87,01. Penetapan ini membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan energi panas bumi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Selain itu, Edwil juga menyatakan bahwa penugasan ini memberikan ruang bagi PGE untuk menambah cadangan panas bumi di luar potensi wilayah kerja eksisting sebesar 3 gigawatt. Ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan transisi energi dan peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.
PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang 727 megawatt dari enam wilayah operasi yang dikelola mandiri. Perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis, seperti PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas 110 MW, serta proyek co-generation dengan total kapasitas hingga 230 MW.
Selain itu, PGE mempersiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan beroperasi komersial pada 2030. Seluruh pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PGE mendukung swasembada energi nasional dan target Net Zero Emission 2060.