Petugas haji 2026 diimbangi dengan strategi mitigasi untuk mengantisipasi masalah akomodasi yang mungkin terjadi. Pihak fasilitator pendidikan dan pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 2026 telah menyadari pentingnya layanan akomodasi bagi jemaah haji.
"Kami tidak hanya membekali peserta teori terkait tujuan usaha (Tusi) akomodasi, tapi juga melakukan simulasi mitigasi potensi permasalahan yang bisa terjadi," kata Zaenal Muttaqin, fasilitator Diklat PPIH Layanan Akomodasi.
Pada musim haji 2026, jumlah petugas PPIH Arab Saudi yang menangani bidang akomodasi mencapai 291 orang. Mereka dibekali pemahaman menyeluruh mulai dari struktur organisasi, standar pelayanan, serta simulasi dan praktik penanganan kasus di lapangan.
Zaenal Muttaqin mengingatkan pentingnya layanan akomodasi bagi jemaah haji karena sangat krusial. "Yang paling krusial kalau di Madinah itu ketika terjadi perpisahan atau perpecahan kloter," katanya.
Pihak fasilitator juga menyadari potensi adanya delay pesawat saat kedatangan dan kepulangan, serta penempatan akomodasi jemaah haji di Madinah yang mengikuti jadwal penerbangan. Oleh karena itu, strategi mitigasi untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang mungkin terjadi telah dibekali.
"Jadi, itu perkara krusial yang harus diatasi karena sangat mungkin terjadi," kata Zaenal Muttaqin. "Situasi kloter pecah tidak hanya berdampak pada akomodasi, tetapi juga melibatkan sektor lain seperti konsumsi, transportasi, dan bimbingan ibadah."
Dalam upaya mitigasi ini, pihak fasilitator telah menyediakan strategi untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin terjadi. Sejak 19 Januari 2026, peserta juga dibekali strategi mitigasi untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang kerap muncul.
"Kami tidak hanya membekali peserta teori terkait tujuan usaha (Tusi) akomodasi, tapi juga melakukan simulasi mitigasi potensi permasalahan yang bisa terjadi," kata Zaenal Muttaqin, fasilitator Diklat PPIH Layanan Akomodasi.
Pada musim haji 2026, jumlah petugas PPIH Arab Saudi yang menangani bidang akomodasi mencapai 291 orang. Mereka dibekali pemahaman menyeluruh mulai dari struktur organisasi, standar pelayanan, serta simulasi dan praktik penanganan kasus di lapangan.
Zaenal Muttaqin mengingatkan pentingnya layanan akomodasi bagi jemaah haji karena sangat krusial. "Yang paling krusial kalau di Madinah itu ketika terjadi perpisahan atau perpecahan kloter," katanya.
Pihak fasilitator juga menyadari potensi adanya delay pesawat saat kedatangan dan kepulangan, serta penempatan akomodasi jemaah haji di Madinah yang mengikuti jadwal penerbangan. Oleh karena itu, strategi mitigasi untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang mungkin terjadi telah dibekali.
"Jadi, itu perkara krusial yang harus diatasi karena sangat mungkin terjadi," kata Zaenal Muttaqin. "Situasi kloter pecah tidak hanya berdampak pada akomodasi, tetapi juga melibatkan sektor lain seperti konsumsi, transportasi, dan bimbingan ibadah."
Dalam upaya mitigasi ini, pihak fasilitator telah menyediakan strategi untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin terjadi. Sejak 19 Januari 2026, peserta juga dibekali strategi mitigasi untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang kerap muncul.