Sony Pictures Entertainment terjebak dalam perdebatan kontroversi di balik kesuksesan film It Ends With Us, yang dilatarbelakangi oleh komentar eksekutif senior Sanford Panitch tentang bintang utama Blake Lively.
Ia menuliskan email internal pada Agustus 2024 yang memuat kritik pedas terhadap istri Ryan Reynolds tersebut, di mana ia mengatakan bahwa Lively mungkin tidak akan pernah bekerja lagi dan hanya bisa diterima sementara waktu. Panitch juga mengkritik keputusan bisnis Lively, termasuk peluncuran merek perawatan rambutnya, yang ia sebut sebagai tindakan "bodoh tingkat epik".
Selain itu, CEO Sony Pictures Motion Picture Group Tom Rothman juga menggambarkan situasi tersebut sebagai sebuah bencana. Meski demikian, pernyataan publik mereka tentang Lively di balik kontradiksi dengan sikap internal studio.
Ia menuliskan email internal pada Agustus 2024 yang memuat kritik pedas terhadap istri Ryan Reynolds tersebut, di mana ia mengatakan bahwa Lively mungkin tidak akan pernah bekerja lagi dan hanya bisa diterima sementara waktu. Panitch juga mengkritik keputusan bisnis Lively, termasuk peluncuran merek perawatan rambutnya, yang ia sebut sebagai tindakan "bodoh tingkat epik".
Selain itu, CEO Sony Pictures Motion Picture Group Tom Rothman juga menggambarkan situasi tersebut sebagai sebuah bencana. Meski demikian, pernyataan publik mereka tentang Lively di balik kontradiksi dengan sikap internal studio.