Operasi pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan, seorang pendaki berusia 18 tahun asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet pada Sabtu lalu, secara resmi ditutup pada Rabu lalu. Operasi mencari Syafiq ini dilakukan oleh tim SAR (Search and Rescue) dengan waktu pencarian lebih dari seminggu.
Syafiq pergi mendaki bersama temannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya, Pulosari, Pemalang, pada malam hari dan berencana turun ke basecamp pada keesokan harinya, Minggu lalu. Namun, mereka belum kembali.
Saat itu, Himawan ditemukan di sekitar Pos 9 dalam kondisi cedera kaki, sedangkan Syafiq tidak diketahui keberadaannya. Menurut kesaksian Himawan, keduanya berpisah karena Himawan cedera dan Syafiq turun lebih dulu untuk mencari bantuan.
Dua saksi mata terakhir melihat Syafiq di sekitar Pos 3, namun jalur yang ditempuhnya ternyata salah sehingga ia hilang.
Gunung Slamet merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Tengah dan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Semeru dengan ketinggian sekitar 3.428 mdpl. Gunung ini dikenal sebagai "atap Jawa Tengah" dan membentang di lima kabupaten, yaitu Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.
Untuk mendaki Gunung Slamet, terdapat beberapa jalur pendakian resmi ini, yaitu Jalur Bambangan (Purbalingga), Jalur Dipajaya (Pemalang), Jalur Permadi Guci (Tegal), Jalur Baturraden Lestari (Banyumas), Jalur Gunung Malang (Pemalang), Jalur Kaliwadas (Brebes/Purbalingga), dan Jalur Cemara Sakti.
Syafiq pergi mendaki bersama temannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya, Pulosari, Pemalang, pada malam hari dan berencana turun ke basecamp pada keesokan harinya, Minggu lalu. Namun, mereka belum kembali.
Saat itu, Himawan ditemukan di sekitar Pos 9 dalam kondisi cedera kaki, sedangkan Syafiq tidak diketahui keberadaannya. Menurut kesaksian Himawan, keduanya berpisah karena Himawan cedera dan Syafiq turun lebih dulu untuk mencari bantuan.
Dua saksi mata terakhir melihat Syafiq di sekitar Pos 3, namun jalur yang ditempuhnya ternyata salah sehingga ia hilang.
Gunung Slamet merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Tengah dan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Semeru dengan ketinggian sekitar 3.428 mdpl. Gunung ini dikenal sebagai "atap Jawa Tengah" dan membentang di lima kabupaten, yaitu Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.
Untuk mendaki Gunung Slamet, terdapat beberapa jalur pendakian resmi ini, yaitu Jalur Bambangan (Purbalingga), Jalur Dipajaya (Pemalang), Jalur Permadi Guci (Tegal), Jalur Baturraden Lestari (Banyumas), Jalur Gunung Malang (Pemalang), Jalur Kaliwadas (Brebes/Purbalingga), dan Jalur Cemara Sakti.