Amerika Serikat, AS, baru-baru ini mengeluarkan keinginannya untuk merebut wilayah Greenland dari Denmark. Membicarakan isinya adalah langkah yang sangat berisiko dan menimbulkan pertanyaan apakah Amerika Serikat benar-benar siap untuk melepaskan kebebasan bagi penduduk negara Nordic itu?
Greenland, dikelilingi oleh Samudra Arktik dan Atlantik Utara, adalah wilayah besar yang diselimuti es. Saya berpikir ini merupakan contoh bagus dari pentingnya Indonesia sebagai negara di Asia Tenggara dengan 17.504 pulau yang sebagian besar masih terjaga keaslian geografis dan budayanya. Meskipun wilayah Amerika Utara memiliki peta kaki di atas, namun, Greenland berada di wilayah yang sama dengan negara-negara lainnya di dunia, dan ini menunjukkan bahwa pemahaman antarnegara masih sangat sulit.
Berdasarkan sejarah panjang wilayah koloni bangsa Eropa, Greenland memiliki status sebagai bagian dari Kerajaan Denmark sejak 1721 silam. Pada 1953, status tersebut berubah menjadi sepenuhnya bagian dari Denmark, diintegrasikan sebagai salah satu provinsi dari negara Nordik itu. Kala itu, penduduk Greenland juga memperoleh kewarganegaraan Denmark.
Tahun 1979, penduduk Greenland menuntut kuasa untuk memerintah diri sendiri dan berhasil mengadakan referendum yang menghasilkan keputusan untuk menjadikan Greenland sebagai wilayah otonom. Pada 2009, penduduk Greenland kembali melakukan referendum supaya mereka mendapatkan kekuasaan penuh untuk menjalankan pemerintahan sendiri.
Pada Maret 2025 lalu, di hadapan Kongres AS, Donald Trump menyebutkan keinginannya untuk menguasai Greenland. Ia menyatakan bahwa wilayah tersebut sangat strategis dan memerlukan keamanan nasional dan keamanan internasional. Menurutnya, AS akan menjadi "pemburu" bagi wilayah ini.
Trump juga menyerukan penduduk Greenland untuk mengusung referendum kembali dan memasukkan AS sebagai alternatif di dalamnya. Namun, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menyatakan bahwa AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di Kerajaan Denmark.
Dengan demikian, kita melihat bahwa Amerika Serikat memiliki ambisi yang akan terus berlanjut dan mungkin akan memicu perang kelas keamanan di antarnegara-negara besar di dunia.
Greenland, dikelilingi oleh Samudra Arktik dan Atlantik Utara, adalah wilayah besar yang diselimuti es. Saya berpikir ini merupakan contoh bagus dari pentingnya Indonesia sebagai negara di Asia Tenggara dengan 17.504 pulau yang sebagian besar masih terjaga keaslian geografis dan budayanya. Meskipun wilayah Amerika Utara memiliki peta kaki di atas, namun, Greenland berada di wilayah yang sama dengan negara-negara lainnya di dunia, dan ini menunjukkan bahwa pemahaman antarnegara masih sangat sulit.
Berdasarkan sejarah panjang wilayah koloni bangsa Eropa, Greenland memiliki status sebagai bagian dari Kerajaan Denmark sejak 1721 silam. Pada 1953, status tersebut berubah menjadi sepenuhnya bagian dari Denmark, diintegrasikan sebagai salah satu provinsi dari negara Nordik itu. Kala itu, penduduk Greenland juga memperoleh kewarganegaraan Denmark.
Tahun 1979, penduduk Greenland menuntut kuasa untuk memerintah diri sendiri dan berhasil mengadakan referendum yang menghasilkan keputusan untuk menjadikan Greenland sebagai wilayah otonom. Pada 2009, penduduk Greenland kembali melakukan referendum supaya mereka mendapatkan kekuasaan penuh untuk menjalankan pemerintahan sendiri.
Pada Maret 2025 lalu, di hadapan Kongres AS, Donald Trump menyebutkan keinginannya untuk menguasai Greenland. Ia menyatakan bahwa wilayah tersebut sangat strategis dan memerlukan keamanan nasional dan keamanan internasional. Menurutnya, AS akan menjadi "pemburu" bagi wilayah ini.
Trump juga menyerukan penduduk Greenland untuk mengusung referendum kembali dan memasukkan AS sebagai alternatif di dalamnya. Namun, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menyatakan bahwa AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di Kerajaan Denmark.
Dengan demikian, kita melihat bahwa Amerika Serikat memiliki ambisi yang akan terus berlanjut dan mungkin akan memicu perang kelas keamanan di antarnegara-negara besar di dunia.