Kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, yang membawa Presiden Donald Trump menuju Swiss, tiba-tiba putar balik ke bandara usai lepas landas malam ini. Ternyata, pesawat itu mengalami gangguan listrik ringan yang menyebabkan Trump membatalkan penerbangan dan kembali ke Washington DC.
Menurut laporan media lokal, keputusan tersebut diambil hanya beberapa menit setelah lepas landas. Awak pesawat mendeteksi adanya gangguan teknis, tetapi tidak dijelaskan secara rinci. Meskipun lampu di kabin pers Air Force One sempat padam sesaat, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kejadian tersebut.
Trump terpaksa membatalkan rencana perjalanan ke Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, dan kembali ke Washington DC. Sementara itu, layar televisi di dalam pesawat menayangkan siaran Fox News dengan teks berjalan yang memberitakan adanya gangguan listrik pada pesawat.
Rencana penggunaan Air Force One sebagai pesawat jet mewah Boeing oleh keluarga kerajaan Qatar juga terus mengalami penundaan. Dua pesawat yang melayani presiden AS tersebut telah beroperasi hampir selama empat dekade.
Kemungkinan adanya aturan ketat terkait hadiah bagi presiden AS memang menjadi salah satu penjelasan yang mungkin menjelaskan mengapa rencana penggunaan Air Force One sebagai pesawat jet mewah Boeing terus mengalami penundaan.
Menurut laporan media lokal, keputusan tersebut diambil hanya beberapa menit setelah lepas landas. Awak pesawat mendeteksi adanya gangguan teknis, tetapi tidak dijelaskan secara rinci. Meskipun lampu di kabin pers Air Force One sempat padam sesaat, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kejadian tersebut.
Trump terpaksa membatalkan rencana perjalanan ke Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, dan kembali ke Washington DC. Sementara itu, layar televisi di dalam pesawat menayangkan siaran Fox News dengan teks berjalan yang memberitakan adanya gangguan listrik pada pesawat.
Rencana penggunaan Air Force One sebagai pesawat jet mewah Boeing oleh keluarga kerajaan Qatar juga terus mengalami penundaan. Dua pesawat yang melayani presiden AS tersebut telah beroperasi hampir selama empat dekade.
Kemungkinan adanya aturan ketat terkait hadiah bagi presiden AS memang menjadi salah satu penjelasan yang mungkin menjelaskan mengapa rencana penggunaan Air Force One sebagai pesawat jet mewah Boeing terus mengalami penundaan.